Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2015 No 31 - 40


31.  Struktur geologi yang paling baik sebagai cebakan minyak bumi adalah:
a. antiklin
b. sinklin
c. homoklin
d. sesar
e. kekar



33.  Tempat di Indonesia yang memungkinkan terbentuknya sungai meander adalah:
a. Papua bagian selatan
b. Sulawesi Tengah bagian utara
c. Flores bagian selatan
d. Jawa Timur bagian tengah
e. Riau bagian barat

34.  Jenis gerakan tanah dengan bidang gelincir melengkung, disebut sebagai:
a. Gelinciran tanah
b. Gelinciran batuan
c. Slumping atau nendatan
d. Rayapan
e. Jatuhan Tanah



35.  Sungai bawah tanah yang terbentuk pada pegunungan karst, pola alirannya dikontrol oleh:
a. Bidang perlapisan batuan
b. Struktur perlipatan
c. Pola retakan atau kekar
d. Bentuk perbukitan di permukaan
e. Curah hujan

36.  Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut ini:
1) Terdapat gawir atau lereng terjal lurus,
2) Sungainya membentuk pola aliran dendritik,
3) Dijumpai jajaran mata air pada kaki bukit,
4) Sungai subsekuen yang mengalir sejajar lereng sesar,
5) Membentuk dataran aluvial.
Secara morfologi, suatu wilayah yang berada karena pengaruh sesar mempunyai ciri
a. 1,2,3
b. 2,4,5
c. 3,4,5
d. 1,3,4
e. 2,3,4.


37.  Kerentanan bencana pada hakekatnya mendiskusikan hal berikut:
a. obyek berisiko
b. wilayah fisikal
c. kerugian bencana
d. korban bencana
e. proses kejadian


38.  Kerawanan bencana pada hakekatnya mendiskusikan hal berikut:
a. obyek berisiko
b. proses kejadian
c. kerugian bencana
d. korban bencana
e. wilayah fisikal

39.  Kejadian satu tipe bencana alam tertentu hampir selalu diikuti oleh kejadian bencana alam
yang lain, contohnya adalah sebagai berikut:
a. Longsor-banjir
b. Kekeringan-kelaparan
c. Tsunami-genangan
d. Erupsi gunungapi-banjir
e. Amblesan-kekeringan

40.  Kebakaran lahan dapat menjadi sangat intensif jika ada hal-hal sebagai berikut:
a. Ketersediaan biomasa
b. Kekeringan lahan
c. Bahan bakar
d. Sumber api
e. Halilintar dan petir

Pembahasan
No 31

1.      Compressive forces: dihasilkan oleh  gaya  eksternal yang saling  berhadapan dan menekan batuan. batuan akan mengalami pemendekan
2.      Tensional forces : dihasilkan  oleh gaya eksternal yang saling  berhadapan dan menjauhi batuan. batuan akan mengalami pemanjangan
3.      Shearing forces : dihasilkan oleh   gaya   eksternal   yang saling sejajar namun berlawanan arah. batuan akan mengalami pergeseran antar perlapisan

Deformasi akan bersifat elastis, bila material yang terkena deformasi kembali ke  bentuk  semula ketika  deformasi  dihilangkan. Sedangkan deformasi  dengan sifat permanen   akan   dicapai   ketika material mencapai batas elastisitasnya (plastis). Material bersifat liat   (ductile)   digambarkan oleh kurva A Material bersifat rapuh (brittle) digambarkan oleh kurva B

Faktor yang   Mempengaruhi Jenis deformasi:
1.      Tekanan, dimana   tekanan   rendah: brittle deformation, tekanan tinggi: ductile deformation
2.      Jenis batuan dimanabatuan beku: brittle   deformation, batuan sedimen: ductile deformation
3.      Suhu,  suhu  rendah: brittle  deformation,    suhu    tinggi: ductile deformation
4.      Durasi Stress, dimana durasi singkat: brittle   deformation, durasi lama: ductile deformation

No 33

Belokan tersebut adakalanya terpisah dengan sungai karena aliran kembali menerobos lurus. Belokan tersebut dinamakantapal kuda atau disebut juga kalimati (oxbow lake). Meander dibentuk oleh erosi yang terjadi di tepi sungai.

Area yang lebih lambat ditemukan di bagian sungai yang dalam dan penuh dengan sedimen.

Area ini disebut dengan pools. Sementara itu, area yang lebih cepat ditemukan di bagian sungai yang dangkal dan berada di sekitar batu. Area ini disebut dengan riffles. Lalu, sungai mengalir pada sisi-sisi sungai yang masih relatif lurus. Setelah itu, aliran air yang lebih cepat akan bergerak berlawanan dari arah sungai dari waktu ke waktu sehingga akan membentuk meander

No 34

Ada beberapa jenis jenis longsor yang perlu anda ketahui diantaranya adalah sebagai berikut:

1.   Longsoran Translasi
Tanah longsor jenis ini merupakan kondisi dimana bergeraknya material tanah pada kondisi tanah yang bertopografi rata atau menggelombang landai. Jadi, pada daerah tanah yang landai pun bisa terjadi tanah longsor ini terutama jika berbagai penyebab tanah longsor sudah mulai nampak. Anda harus sangat waspada pada jenis jenis tanahlongsor yang satu ini.
2.   Longsoran Rotasi
Jenis tanah longsor yang kedua adalah longsoran rotasi. Dinamakan demikian karena longsoran ini merupakan pergerakan material tanah yang terjadi di dalam bidang yang berbentuk cekung sehingga seringkali terjadi perputaran atau rotasi di dalam bidang cekung tersebut.
3.   Pergerakan Blok
Agak berbeda dengan jenis tanah longsor yang sudah disebutkan. Pergerakan blok ini merupakan pergerakan batuan yang ada di dalam tanah pada bidang yang datar atau landai. Kondisi ini juga seringkali dinamakan degan longsorann blok batu dengan jumlah batu yang biasanya tidak sedikit.
4.   Runtuhan Batu
Seperti namanya, runtuhan batu ini merupakan kondisi dimana terjadi runtuhan batu secara langsung dan terjun bebas dari atas ke bawah. Hal ini biasanya terjadi pada bukit yang terjal dengan lereng yang cukup curam dan ini sering ditemukan di tebing pantai. Jika di bawah tebing ini terdapat pemukiman warga maka akan sangat berbahaya karena material yang jatuh biasanya berupa batu besar yang pasti akan membuat kerusakan pada apa yang dijatuhinya.
5.   Rayapan Tanah
Tanah longsor jenis ini bukan berarti tanah longsor yang terjadi karena hewan rayap ya. Namun tanah longsor ini terjadi karena adanya rayapan atau pergerakan tanah yang sangat lambat dan halus. Ini biasanya terjadi pada tanah yang memiliki butiran kecil halus dan namun memiliki struktur yang cukup kasar.
6.   Aliran Bahan Rombakan
Nah, jenis tanah longsor terakhir adalah aliran bahan rombakan dimana kondisi ini terjadi karena adanya pergerakan tanah dan metarialnya yang disebabkan oleh dorongan air yang sangat kuat. Kecepatan dari aliran air sendiri akan sangat tergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air, kecepatan air serta jenis material tanahnya itu sendiri apakah mudah terangkut oleh air atau tidak. garakan dari tanah longsor ini lumayan cepat dan bisa mencapai seluruh lembah dengan jarak ratusan meter jauhnya.

No 35

Di Kabupaten Gunung kidul terdapat 2 Daerah Aliran Sungai (DAS) yaitu Opak – Oyo dan Dengkeng. Masing-masing DAS itu terdiri dari beberapa Sub DAS. Sungai Oyo dan sungai Beton merupakan sungai permanen yang airnya mengalir sepanjang tahun.

Dalam UU No. 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, dinyatakan bahwa sungai merupakan salah satu bentuk alur air permukaan yang harus dikelola secara menyeluruh, terpadu berwawasan lingkungan hidup dengan mewujudkan kemanfaatan sumber daya air yang berkelanjutan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Garis sempadan sungai ini selanjutnya akan menjadi acuan pokok dalam kegiatan pemanfaatan dan perlindungan sungai serta sebagai batas permukiman di wilayah sepanjang sungai. Lebar sempadan yang diperlukan untuk perbaikan fungsi ekologi aquatik dan terestrial,kualitas air, hidraulik dan morphologi sungai.Lebar sempadan sungai, dapat ditentukan berdasarkan hitungan banjir rencana dan berdasarkan kajian fisik ekologi, hidraulik dan morphologi sungai langsung di lapangan .

Kondisi hidrologi di Kabupaten Gunungkidul dapat dibagi menjadi dua bahasan utama yaitu hidrologi permukaan dan hidrologi bawah permukaan. Hidrologi permukaan dalam hal ini merupakan potensi air sungai dan telaga di Gunungkidul. Saat kemarau, sesungguhnya air dapat ditemukan di sejumlah telaga, yaitu cekungan di kawasan karst yang mampu menyimpan air hujan dalam waktu relatif lama.

Dasar telaga di kawasan karst Gunungkidul selalu memiliki ponor (sink hole) atau liang yang terhubung dengan sistem aliran sungai bawah tanah. Telaga-telaga itu selalu menyediakan air karena terdapat lapisan lempung di atas ponor. “Lempung/lumpur membuat air tetap tertahan di telaga,”  selama ini petani di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa

Yogyakarta,kebanyakan memanfaatkanaliran  sungai  Oya untuk mengairi tanaman jagung selama musim kemarau.

Karst di wilayah Gunung Kidul di kenal  dengan sebutan karst Gunung Sewu yang diperkenalkan pertama kali oleh Danes (1910) dan Lehmann (1936). Karst ini dicirikan dengan  berkembangnya  kubah karst, yaitu bentukan positif yang tumpul, tidak terjal atau sering diistilahkan kubah sinusoidal. Kegelkarst oleh Sweeting (1972) dikategorikan sebagai bagian dari tipe karst tropis. Salah satunya adalah pada sistem Sungai Bawah Tanah BribinBaron. Penetapan daerah tangkapan Bribin ini mengabaikan karakteristik sistem karst yang khas yang memungkinkan terjadinya “kebocoran” air keluar ataupun masuk melewati batas DAS. Daerah tangkapan hujan Bribin memiliki 39 buah goa (vertikal dan horizontal) yang sebagian besar memiliki air dengan debit aliran yang bervariasi.

No 36

Di geologi, Sesar ( patahan ) adalah fraktur planar atau diskontinuitas dalam volume batuan, di mana telah ada perpindahan signifikan sebagai akibat dari gerakan massa batuan. Sesar-Sesar berukuran besar di kerak bumi merupakan hasil dari aksi gaya lempeng tektonik , dengan yang  terbesar membentuk batas-batas antara lempeng, seperti zona subduksi atau sesar transform. Energi yang dilepaskan menyebabkan gerakan yang cepat pada sesar aktif yang merupakan penyebab utama gempa bumi.

Karena Sesar biasanya tidak berdiri tunggal atau sendiri, ahli geologi menggunakan istilah zona sesar ketika mengacu pada zona deformasi yang kompleks terkait dengan bidang sesar. 
 Dua buah sesar bersandingan non-vertikal biasa disebut hanging wall dan footwall. Berdasarkan definisi, Hanging wall terjadi di atas bidang sesar dan footwall terjadi di bawah bidang sesar.

Sesar Normal berumur Trias hingga Jura Bawah ,Formasi Blue Anchor, Somerset,Inggris, dengan beberapa sesar normal kecil di hanging wall nya

Karena gesekan dan kekakuan batuan, batuan tidak bisa meluncur atau mengalir melewati satu sama lain dengan mudah dan kadang-kadang semua gerakan berhenti. Ketika ini terjadi, stres menumpuk di bebatuan dan saat mencapai tingkat yang melebihi ambang ketegangan, energi potensial akumulasi didisipasikan oleh pelepasan ketegangan, yang difokuskan ke sebuah bidang sepanjang di mana  gerakan relatif tersebut ditampung - Sesar. 

Slip didefinisikan sebagai gerakan relatif dari fitur geologi yang hadir di kedua sisi bidang sesar, dan adalah vektor perpindahan. sense of slip didefinisikan sebagai gerakan relatif dari batuan di setiap sisi sesar sehubungan dengan sisi lain. Dalam mengukur pemisahan horizontal atau vertikal, throw dari sesar adalah komponen vertikal pemisahan dip dan heave dari sesar adalah komponen horisontal, seperti .


Berdasarkan arah slip, Sesar secara umum dapat dikategorikan sebagai:
   strike-slip, di mana offset dominan horisontal, sejajar dengan jejak sesar.
   dip-slip, offset is di mana offset dominan vertikall, tegak lurus dengan jejak sesar.
   oblique-slip, Kombinasi Strike-slip dan dip-slip

Berdasarkan arah gerak relatif hanging wall terhadap foot wall:
   sesar turun/norma; ; bila hanging wall relatif turun
   sesar naik : bila hanging wall relatif naik

Berdasarkan ada tidaknya gerak rotasi:
   sesar translasi : bila masing-masing blok tidak terjadi gerak rotasi
   sesar rotasi : bila ada gerak rotasi blok terhadap blok yang lain





0 comments: