Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2015 No 21 - 30
21. Proses
pergerakan aliran air pada permukaan tanah melalui sungai
dan
saluran air disebut:
a. perkolasi
b. presipitasi
c. infiltrasi
d. evapotranspirasi
e. run off
22. Batas
laut teritorial adalah:
a. batas yang diukur dari pantai sejauh 100 mil
b. batas
yang
diukur dari
garis
pantai terluar sejauh 20 mil ke
laut lepas
c. batas
yang
diukur dari
garis
pantai terluar sejauh 12
mil ke laut lepas
d. batas yang diukur dari garis pantai
terluar sejauh 24
mil ke laut lepas
e. batas yang diukur
dari garis pantai yang menghubungkan pulau-pulau sejauh 200 mil
ke laut lepas
23. Instrumen yang
dapat
digunakan untuk mengukur kedalaman laut
adalah:
a. echosounder
b. radar
c. sonar
d. magnetometer
e. anemometer
24. Batuan di bawah ini yang
termasuk jenis
batuan metamorfosa, adalah:
a. Filit, Sekis, Genes,
Batubara
b. Filit, Sekis, Genes,
Marmer
c. Sabak,
Filit, Sekis, Batubara
d. Sabak, Filit,
Sekis, Konglomerat
e. Batupasir
Kuarsa, Sabak, Sekis,
Filit
26. Inti
Bumi diperkirakan terdiri atas
unsur utama besi dan nikel berdasarkan:
a. Perkiraan berat jenis
batuan dari
kecepatan rambat gelombang
gempa bumi
b. Perkiraan dari
inti meteorit yang jatuh ke
Bumi
c. Adanya
materi inti
Bumi yang naik ke permukaan Bumi
d. Jawaban a dan b benar
e. Jawaban a dan c benar
27. Palung Sunda yang terbentang dari Aceh, lepas pantai barat Sumatra dan lepas pantai selatan
Jawa,
hingga
lepas
pantai
selatan bagian Kepulauan
Nusa Tenggara,
merupakan
akibat dari:
a. Tabrakan (collision)
antara
Lempeng Samudera
India-Australia dengan
Lempeng Benua
Eurasia
b. Penunjaman (subduction) antara Lempeng Samudera India-Australia di
bawah Lempeng
benua Eurasia
c. Pergeseran (transform)
antara Lempeng Samudera India-Australia dengan Lempeng Benua
Eurasia
d. Tabrakan (collision) antara
Lempeng Samudera Pasifik dengan Lempeng Benua
Eurasia
e. Penunjaman (subduction) antara Lempeng Samudera Pasifik di bawah Lempeng Benua
Eurasia
28. Kebanyakan tipe gunung api di Indonesia dikenal sebagai gunung api
strato komposit,
karena:
a. Tubuhnya berlapis-lapis
b. Tubuhnya terbentuk
dari selang-seling
lapisan lava dan endapan piroklastik
c. Tubuhnya terbentuk
dari lapisan-lapisan piroklastik
berbagai ukuran
d. Tubuhnya terbentuk
dari selang-seling
lapisan berbagai jenis
lava
e. Tubuhnya terbentuk dalam beberapa
bentuk kerucut
29. Zaman paling tua pada Masa Mesozoikum, adalah:
a. Karbon
b. Perm
c. Trias
d. Yura
e. Kapur
30. Mineral yang terbentuk pada
tahap-tahap awal
pembekuan magma, di antaranya
adalah:
a. Olivin,
piroksen,
ortoklas
b. Olivin, Ca-plagioklas, K-felspar
c. Felspar, Plagioklas, Kuarsa
d. Olivin,
piroksen,
Ca-plagioklas
e. Piroksen,
Fekspar, Kuarsa
Pembahasan
No 22
Ada beberapa warna-warna air laut karena beberapa sebab:
a. Pada umumnya lautan berwarna biru, hal ini disebabkan
oleh sinar matahari yang bergelombang pendek (sinar biru) dipantulkan lebih
banyak dari pada sinar lain.
b. Warna kuning, karena di dasarnya terdapat lumpur kuning, misalnya sungai kuning di Cina.
c. Warna hijau, karena adanya lumpur yang diendapkan dekat pantai yang memantulkan warna hijau dan juga karena adanya planton-planton dalam jumlah besar.
d. Warna putih, karena permukaannya selalu tertutup es seperti di laut kutub utara dan selatan. Aliran air dari glaycer banyakmembawa tepung batu yang merupakan hasil pelapukan material daratan, kemudian dibawa oleh aliran air tawar menuju estaurine.
e. Warna ungu, karena adanya organisme kecil yang mengeluarkan sinar-sinar fosfor seperti di laut ambon.
f. Warna hitam, karena di dasarnya terdapat lumpur hitam seperti di laut hitam
g. Warna merah, karena banyaknya binatang-binatang kecil berwarna merah yang terapung-apung.
b. Warna kuning, karena di dasarnya terdapat lumpur kuning, misalnya sungai kuning di Cina.
c. Warna hijau, karena adanya lumpur yang diendapkan dekat pantai yang memantulkan warna hijau dan juga karena adanya planton-planton dalam jumlah besar.
d. Warna putih, karena permukaannya selalu tertutup es seperti di laut kutub utara dan selatan. Aliran air dari glaycer banyakmembawa tepung batu yang merupakan hasil pelapukan material daratan, kemudian dibawa oleh aliran air tawar menuju estaurine.
e. Warna ungu, karena adanya organisme kecil yang mengeluarkan sinar-sinar fosfor seperti di laut ambon.
f. Warna hitam, karena di dasarnya terdapat lumpur hitam seperti di laut hitam
g. Warna merah, karena banyaknya binatang-binatang kecil berwarna merah yang terapung-apung.
No 21
Evaporasi atau Penguapan
Transformasi
atau perubahan bentuk air dari cair ke fase gas secara langsung. Sumber energi
untuk penguapan adalah energi panas matahari. Sedangkan air yang diuapkan
berasal dari tempat –tempat penampungan air seperti sungai, reservoir, danau,
waduk, laut ataupun samudra.
Transpirasi
Transpirasi adalah evaporasi atau penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan
Transpirasi adalah evaporasi atau penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan
Evapotranspirasi
Evaporasi adalah perpaduan evaporasi dan transpirasi
Evaporasi adalah perpaduan evaporasi dan transpirasi
Kondensasi
Kondensasi adalah proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil
Kondensasi adalah proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil
pendinginan.
Presipitasi
Presipitasi adalah segala bentuk curahan air atau hujan. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air, namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju, hujan es (hail), kabut menetes (fog drip), graupel, dan hujan es (sleet).
Presipitasi adalah segala bentuk curahan air atau hujan. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air, namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju, hujan es (hail), kabut menetes (fog drip), graupel, dan hujan es (sleet).
.
Infiltrasi
Infiltrasi adalah air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.
Infiltrasi adalah air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.
Perkolasi
Perkolasi adalah air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater
Perkolasi adalah air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater
Limpasan (runoff)
Air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut. Ini mencakup baik limpasan permukaan (surface runoff) dan limpasan saluran (channel runoff).
Air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut. Ini mencakup baik limpasan permukaan (surface runoff) dan limpasan saluran (channel runoff).
Canopy intersepsi
Pengendapan yang dicegat oleh dedaunan tanaman dan akhirnya menguap kembali ke atmosfer daripada jatuh ke tanah.
Pengendapan yang dicegat oleh dedaunan tanaman dan akhirnya menguap kembali ke atmosfer daripada jatuh ke tanah.
Pencairan salju
Limpasan yang dihasilkan oleh salju mencair seperti gletser.
Limpasan yang dihasilkan oleh salju mencair seperti gletser.
Arus Bawah Permukaan
Aliran air bawah tanah, di zona Vadose dan akuifer. Air bawah permukaan dapat kembali ke permukaan atau akhirnya meresap ke dalam lautan.
Aliran air bawah tanah, di zona Vadose dan akuifer. Air bawah permukaan dapat kembali ke permukaan atau akhirnya meresap ke dalam lautan.
Sublimasi
Perubahan wujud secara langsung dari air padat (salju atau es) untuk uap air.
Perubahan wujud secara langsung dari air padat (salju atau es) untuk uap air.
Adveksi
Gerakan air – dalam wujud padat, cair, atau uap – melalui atmosfer. Tanpa adveksi, air yang menguap dari lautan tidak bisa jatuh sebagai presipitasi di atas tanah.
Gerakan air – dalam wujud padat, cair, atau uap – melalui atmosfer. Tanpa adveksi, air yang menguap dari lautan tidak bisa jatuh sebagai presipitasi di atas tanah.
No 24
1. Slate
Slate
merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen
Shale atau Mudstone (batulempung) pada temperatur dan suhu yang rendah.
Memiliki struktur foliasi (slaty cleavage) dan tersusun atas butir-butir yang
sangat halus (very fine grained).
Merupakan
batuan metamorf yang umumnya tersusun atas kuarsa, sericite mica dan klorit.
Terbentuk dari kelanjutan proses metamorfosisme dari Slate.
3. Gneiss
Merupakan
batuan yang terbentuk dari hasil metamorfosisme batuan beku dalam temperatur
dan tekanan yang tinggi. Dalam Gneiss dapat diperoleh rekristalisasi dan
foliasi dari kuarsa, feldspar, mika dan amphibole.
4. Sekis
Schist
(sekis) adalah batuan metamorf yang mengandung lapisan mika, grafit,
horndlende. Mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas
bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap.
5. Marmer
Terbentuk
ketika batu gamping mendapat tekanan dan panas sehingga mengalami perubahan dan
rekristalisasi kalsit. Utamanya tersusun dari kalsium karbonat. Marmer bersifat
padat, kompak dan tanpa foliasi.
6. Kuarsit
Adalah salah
satu batuan metamorf yang keras dan kuat. Terbentuk ketika batupasir
(sandstone) mendapat tekanan dan temperatur yang tinggi. Ketika batupasir
bermetamorfosis menjadi kuarsit, butir-butir kuarsa mengalami rekristalisasi,
dan biasanya tekstur dan struktur asal pada batupasir terhapus oleh proses
metamorfosis .
7. Milonit
Milonit
merupakan batuan metamorf kompak. Terbentuk oleh rekristalisasi dinamis
mineral-mineral pokok yang mengakibatkan pengurangan ukuran butir-butir batuan.
Butir-butir batuan ini lebih halus dan dapat dibelah seperti schistose.
8. Filonit
Merupakan
batuan metamorf dengan derajat metamorfisme lebih tinggi dari Slate. Umumnya
terbentuk dari proses metamorfisme Shale dan Mudstone. Filonit mirip dengan
milonit, namun memiliki ukuran butiran yang lebih kasar dibanding milonit dan
tidak memiliki orientasi. Selain itu, filonit merupakan milonit yang kaya akan
filosilikat (klorit atau mika)
9. Serpetinit
Serpentinit,
batuan yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine dimana mineral ini
dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization). Serpentinisasi adalah
proses proses metamorfosis temperatur rendah yang menyertakan tekanan dan air,
sedikit silica mafic dan batuan ultramafic teroksidasi dan ter-hidrolize dengan
air menjadi serpentinit.
10. Hornfels
Hornfels
terbentuk ketika shale dan claystone mengalami metamorfosis oleh temperatur dan
intrusi beku, terbentuk di dekat dengan sumber panas seperti dapur magma, dike,
sil. Hornfels bersifat padat tanpa foliasi.
No 25
Dendritik, Berbentuk seperti cabang batang pohon. Berada
di daerah datar dengan struktur batuan homogen.
Radial Sentrifugal, Pola aliran
radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial
dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api
Rectangular, Pola aliran rectangular adalah pola aliran
sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar
(rekahan) dan sesar (patahan). Sungai rectangular dicirikan oleh
saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur kekar dan patahan.
Trelllis, Aliran sungai yang anak sungainya hampir
sejajar dengan sungai induknya, biasanya berada di wilayah patahan.
Sentripetal, Aliran yang berlawanan dengan pola radial, di
mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi).
Annular, Pola aliran annular adalah pola aliran sungai
yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu
dan ke arah hilir aliran kembali bersatu.
Pararel, Sistem
pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang
curam/terjal.
Pinnate, Pola Pinnate
adalah aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan
sungai induk. Sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.
No 26
Inti Bumi
Inti Bumi ini merupakan
lapisan terdalam yang ketebalannya mencapai 3.500 km dan menjadi pusat dari
massa Bumi sehingga sangatlah padat. Di lapisan ini pula aktivitas magnetik dan
juga gravitasi Bumi ada. Inti Bumi ini dibagi menjadi dia bagian yakni
bagian luar dan juga bagian dalam. Inti bagian luar merupakan bola logam yang
sangat cair dan juga sangat panas. Di dalam bola logam ini pula terdapat besi
dan juga nikel. Meski cair, tingkat kepadatan lapisan ini sangatlah
tinggi. inti luar ini mempunyai ketebalan sekitar 1.400 km dan suhunya antara
8.000 hingga 11.000ᵒ F. semnetar inti bumi bagian dalam suhunya mencapai 9.000
hingga 13.000ᵒ F. Ketebalan lapisan inti Bumi bagian dalam ini sekitar 800 mil.
Itulah ketiga jenis
lapisan yang dimiliki atau yang menyusun planet Bumi. Ketiga lapisan tersebut
memang berbeda dan mempunyai ciri khas satu sama lain. Selain itu, masing-
masing lapisan juga mempunyai karakteristik serta fungsinya masing- masing. Dan
diantara ketiga lapisan Bumi tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan membahas
mengenai salah satu lapisan. Lapisan yang akan kita bahas pada kesempatan
kali ini adalah mengenai inti Bumi atau core. Ada banyak sekali
hal yang akan kita bahas mengenai lapisan inti Bumi ini. Penjelasan mengenai
inti Bumi yang lengkap adaah sebagai berikut.
Inti
Bumi Luar dan Inti Bumi Dalam
Inti
Bumi kita ketahui sebagai salah satun lapisan yang dimiliki oleh Bumi yang
berada di paling dalam. Namun tahukah Anda bahwa lapisan inti Bumi ini ternyata
dibedakan menjadi dua macam? Lapisan inti Bumi ini dibedakan menjadi dua yakni
lapisan inti bagian luar dan juga lapisan inti Bumi bagaikan dalam. Perbedaan
di antara keduanya belum diketahui secara pasti.
Namun seperti yang
kita ketahui bersama bahwa kondisi lapisan Bumi ini semakin dalam semakin
panas, jadi antara lapisan luar dan lapisan dalam suhunya lebih panas lapisan
dalam. Lapisan inti Bumi bagian luar ini merupakan lapisan inti Bumi yang
mempunyai ketebalan hin gga sekitar 1.400 km ke arah dalam, dan sisanya yakni
sekitar 1.600 km adalah inti Bumi bagian dalam. Meskipun keduanya mempunyai
ketebalan yang berbeda, namun untuk fungsinya akan tetap sama atau tidak
mempunyai perbedaan secara mencolok.
No 27
Palung Sunda, dijuluki juga
dengan Palung Jawa dan Palung Sumatera, adalah palung yang
terletak di timur laut samudera Hindia dengan
panjang 2.600 kilometer dan kedalaman maksimum 7.725 meter. Palung ini
merupakan palung terdalam kedua di samudera Hindia setelah palung Diamantina.
No 28
Letusan (erupsi) gunung api akan menghasilkan timbunan
material vulkanik. Ada berbagai macam bentukan (bentang alam) hasil erupsi.
Diantaranya adalah gunung api kerucut (strato), gunung api prisma( perisai),
dan gung api corong (maar). Bentuk gunung api yang paling banyak ditemukan
adalah strato.
Gunung Api Kerucut atau strato adalah
gunung api yang terbentuk secara berlapis-lapis. Lapisan tersebut terdiri atas
campuran bahan lava dan eflata. Eflata merupakan material hasil letusan gunung
api yang berupa bahan padat. Letusan gunung api melepaskan eflata yang ditimbun
di sekitar pusat erupsi. Kemudian di atas lapisan eflata, lelehan lava
membentuk lapisan batuan beku sebagai badan gunung api. Proses demikian terjadi
berulang kali dan terus menerus dalam waktu yang lama. Akibatnya, terbentuk
kerucut gunung api di sekitar pusat erupsi. Kerucut gunung api tersebut memiliki
lapisan-lapisan berbentuk cekung.
Contoh gunung api strato di Indonesia antara lain
gunung Kerinci, gunung Dempo, gunung Gede, gunung Pangrango, gunung Merbabu,
gunung Kelud, gunung Batur, gunung Lampobatang, dan gunung Klabit.
Gunung strato yang terkenal di Indonesia, antara lain
gunung Fuji (Jepang), gunung Vesuvius dan gunung Etna (Italia),serta gunung St.
Helens (Amerika Serikat).
Gunung Api Perisai merupakan gunung api yang beralas sangat luas dengan
lereng yang sangat landai. Gunung api perisai terbentuk dari lelehan lava yang
cair (encer). Magma cair yang sangat encer keluar dari lubang letusan, kemudian
meleleh disekeliling lubang letusan. Lelehan lubang tersebut membentuk lapisan
seperti perisai. Indonesia tidak memiliki gunung api berbentuk perisai. Contoh
gunung api perisai yang terkenal berada di kepulauan Jhawaii yaitu gunung
Mauna, gunung Loa, gunung Mauna Kea, dan gunung Kilauea.
Gunung Api Corong atau maar adalah
gunung api yang terajdi karena letusan sebuah dapur magma yang dangkal dan memiliki
volume relatif kecil. Gunung api maar hanya mengalami satu kali erupsi,
kemudian aktivitas gunung api tersebut terhenti. Gunung api maar terbentuk dari
timbunan eflata. Bentuk gunung api ini seperti tanggul melingkar. Lereng api
tipe ini tidak terlalu curam. Bagian tengah gunung api maar berupa sebuah
cekungan dengan alas yang kedap air. Apabila terisi oleh air hujan maka
cekungan tersebut akan membentuk danau. Cotoh danau hasil bentukan gunung api
maar antara lain Ranu Klakah di lereng gunung Lamongan dan danau Eifel di
Perancis. Kekuatan letusan gunung api disebabkan kekuatan gas dan volume magma
yang ada di dalamnya. Secara fisika, kekuatan letusan gunung api disebabkan
oleh tekanan dan volume gas yang terperangkap dalam dapur magma. Secara geologi,
kekuatan letusan dipengaruhi oleh kedalaman dan volume dapur magma.
No 29
Mesozoikum berarti "kehidupan tengah", berasal dari bahasa
Yunani awalan meso / μεσο- untuk "antara"
dan Zoon / ζῷον berarti "hewan"atau
"makhluk hidup". Ini adalah salah satu dari tiga era
geologi dari EonFanerozoikum, didahului oleh Paleozoic ("kehidupan
purba") dan digantikan oleh Kenozoikum ("hidup
baru"). Era ini dibagi menjadi tiga periode utama: Trias, Jura, dan Kapur,
yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa zaman dan tahap.
Era dimulai
dari Peristiwa Kepunahan Perm-Trias, kepunahan
massal terbesar yang tercatat dalam sejarah bumi, dan berakhir
dengan Peristiwa Kepunahan
Kapur-Paleogen, kepunahan massal lain yang dikenal karena telah
membunuh dinosaurus non-unggas serta spesies tanaman dan hewan
lainnya. Mesozoikum adalah masa signifikan bagi perubahantektonik, iklim dan aktivitas evolusi.
Setelah Paleozoic,
Mesozoikum lamanya sekitar 186 juta tahun, dari 252,17 ke 66 juta
tahun yang lalu ketika Era Kenozoikum dimulai. Waktu
tersebut dipisahkan menjadi tiga periode geologi. Dari yang terlama ke
termuda:
·
Trias (252,17
ke 201,3 juta tahun yang lalu)
·
Periode
Jura (201,3 ke 145 juta tahun yang lalu)
·
Kapur (145
ke 66 juta tahun yang lalu)
Batas bawahnya(Trias)
ditandai oleh peristiwa kepunahan Perm-Trias, dimana sekitar 90%
sampai 96% dari spesies laut dan 70% dari vertebrata darat punah. Hal ini
juga dikenal sebagai "Great Dying" karena dianggap kepunahan
massal terbesar dalam sejarah Bumi.
Trias
Trias berkisar
250juta -200juta tahun yang lalu. Trias adalah keadaan transisi yang
gersang dan sunyi dalam sejarah bumi antara Peristiwa Kepunahan
Perm-Trias dan Periode Jura yang rimbun dan subur, memiliki tiga kala
utama:. Trias Awal, Trias Tengah dan Trias Akhir.
Trias Awal
berlangsung antara 250juta-247juta tahun yang lalu dan didominasi oleh gurun
karena Pangaea belum terpecah, sehingga daratan interior masihlah
gersang. Bumi baru saja menyaksikan kepunahan besar di mana 95% dari semua
kehidupan punah. Kehidupan yang paling umum di bumi yang Lystrosaurus, Labyrinthodont, dan Euparkeria bersama
dengan banyak makhluk lain yang berhasil bertahan hidup.
Trias Tengah mencakup
247juta-237juta tahun yang lalu. Trias Tengah merupakan masa awal
pecahnya Pangaea, dan awal mulanya Laut Tethys. Ekosistem
telah pulih dari kehancuran. Fitoplankton,
karang, dan krustasea telah pulih, dan reptil menjadi lebih besar dan semakin
besar lagi. Reptil air seperti Ichthyosaurus dan Nothosaurus
baru berkembang. Sementara itu, di darat, hutan pinus berkembang, bersama
nyamuk dan lalat buah. Buaya kuno pertama berevolusi, yang memicu
persaingan dengan amfibi besar yang telah memerintah sejak dunia air tawar.
Jura
Periode Jura Tengah
mencakup 175,000,000-163,000,000 tahun yang lalu. Selama zaman ini, reptil
berkembang kawanan sebagai besar sauropoda, seperti Brachiosaurus dan
Diplodocus, diisi padang rumput pakis dari Periode Jura Tengah. Banyak
predator lainnya naik juga, seperti Allosaurus. Hutan konifer terdiri
sebagian besar hutan. Di lautan, plesiosaurus yang
cukup umum, dan Ichthyosaurus yang berkembang. Zaman
ini adalah puncak dari kehidupan reptil.
Periode Jura Akhir
berlangsung pada 163juta-145juta tahun yang lalu. Akhir Periode Jura
menampilkan kepunahan besar-besaran jenis sauropoda dan Ichthyosaurus
akibat terpisahnya Pangaea menjadi Laurasia dan Gondwana di
peristiwa dikenal sebagai peristiwa kepunahan Periode Jura-Kapur.
Kapur
Kapur Awal
berlangsung dari 145juta-100juta tahun yang lalu. Periode Kapur Awal
menyaksikan perluasan jalur laut, dan berakibat penurunan dan kepunahan
sauropoda (kecuali di Amerika Selatan). Banyak tercipta dangkalan pesisir,
dan yang menyebabkan Ichthyosaurus untuk punah. Mosasaurus berevolusi
untuk menggantikan mereka sebagai puncak predator laut. Beberapa
dinosaurus hidup berpindah-pindah pulau, seperti
Eustreptospondylus, berevolusi untuk hidup di dangkalan pesisir dan
pulau-pulau kecil di Eropa kuno. Dinosaurus lain bangkit untuk mengisi
kekosongan yang Peristiwa Kepunahan Jura-Kapur telah ciptakan,
seperti Carcharodontosaurus dan Spinosaurus.
Kala Kapur Akhir
berlangsung 100juta-65juta tahun yang lalu. Kapur akhir menampilkan tren
pendinginan yang akan melanjutkan
di Kenozoikum periode. Akhirnya, tropis terbatas hanya di garis
khatulistiwa dan daerah di luar garis tropis memiliki perubahan musim yang
ekstrem. Dinosaurus masih berkembang sebagai spesies baru seperti Tyrannosaurus, Ankylosaurus, Triceratops dan Hadrosauria
mendominasi rantai makanan.
No 30
Penggolongan Mineral
Berdasarkan senyawa kimianya, mineral dikelompokkan
menjadi mineral Silikat dan Non-silikat. Dari 2000 jenis mineral yang dikenal,
hanya beberapa yang terlibat dalam pembentukan batuan. Mineral-mineral tersebut
dinamakan Mineral Pembentuk Batuan atau Rock
Forming Minerals, yang merupakan penyusun utama batuan kerak dan mantel
Bumi.
Mineral pembentuk batuan dikelompokkan menjadi empat
yaitu Silikat, Oksida, Sulfida, Karbonat dan Sulfat:
Kelompok Mineral Silikat
1. Olivine: warnanya yang olive. Berat jenis 3.27- 3.37, tumbuh
sebagai mineral yang mempunyai bidang belah yang kurang sempurna.
2. Augitite: warnanya sangat gelap hijau hingga hitam. Berat
jenis berkisar antara 3.2 – 3.4 dengan bidang belah yang berpotongan hampir
tegak lurus.
3. Hornblende: warnanya hijau hingga hitam; Berat jenis 3.2 dan
mempunyai bidang belah yang berpotongan dengan sudut antara 56° dan 124° yang
sangat membantu dalam cara mengenalnya.
4. Biotite: mineral mika berbentuk pipih yang dengan mudah dapat
terkelupas. Dalam keadaan tebal, warnanya hijau tua hingga coklat-hitam. Berat
jenis 2.8 – 3.2.
Tabel 3.3 Kelompok Mineral Non-Silikat
1. Felspar : Mineral
pembentuk batuan yang paling banyak. Dalam bahasa JermanFeld adalah lapangan, didalam kerak
bumi jumlahnya hampir 54%. Terdapat dua nama yang diberikan kepada
felspar yaitu Plagioklas dan ortoklas. Dari namaPlagioklas tersebut dibagi
lagi menjadi dua yaitu albit dan anorthit. Dimana arti namaOrthoklas mengandung
Kalium, albit mengandung Natrium dan Anorthit mengandung Kalsium.
2. Orthoklas : mempunyai warna yang khas yaitu abu-abu
atau merah jambu dengan Berat jenis 2,57.
3. Kuarsa : Dapat disebut dengan silika, terbentuk dari
senyawa silikon dengan oksigen. Terkadang berwarna smooky, atau berwarna ungu. Nama kuarsa yang
seperti ituamethyst. Warna yang
bermacam-macam terjadi karena terdapat unsur yang tidak bersih.
4. Mineral Oksida
Terbentuk
dari persenyawaan langsung dari oksigen dan tertentu. Dengan susunan lebih
sederhana lebih sederhana dari silikat kemudian mineral oksida lebih keras
dibanding mineral lainnya kecuali silikat dan lebih berat kecuali
sulfida. Adapun mineral-mineral oksida yang paling umum adalah korondum
(Al2O3), es (H2O), hematit (Fe2O3) dan kassiterit (SnO2)
Adapun mineral-mineral yang umum dijumpai dalam batuan
beku misal:
1. Olivine :
Sekumpulan mineral milikat yang penyusunnya besi (Fe) dan magnesium (Mg).
Berwarna hijau, mengkilap, terbentuk di temperatur yang tinggi. Umumnya di
temukan di batuan basalt dan ultramafic. Batuan yang mayoritas terdiri dari
olivine disebut Dunite.
2. Amphibole :
Kelompok mineral silikat berbentuk prismatik (seperti jarum), berwarna hijau
tua kehitaman. Penyusunnya besi (Fe), Magnesium (Mg), Kalsium (Ca),
Alumunium (Al), Silika (Si), Oksigen (O). Banyak ditemui pada batuan metamorf
dan batuan beku.
3. Biotite :
Berbentuk pipih, kristal berlembar, dan merupakan bidang belahan dari mineral
biotite. Berwarna hitam atau coklat namun muscovite berwarna terang, abu-abu
terang. Mineral mika bersifat lunak dan dapat digores kuku.
4. Plagioclase feldspar: Mineral
ini mengandung unsur kalsium atau natrium kristal feldspar berbentuk prismatik,
umumnya berwarna putih hingga abu-abu, kilap gelap plagioklas yang mengandung
natrium dikenal dengan mineral albite, sedangkan yang mengandung Ca disebut
an-orthite.
5. Potassium feldspar (orthoclase):
Seperti halnya plagioclase feldspar, potassium feldspar adalah mineral silikat
yang mengandung unsur kalium dan bentuk kristalnya prismatik, umumnya berwarna
merah daging hingga putih.
6. Mica: kelompok mineral silikat
dengan komposisi yang bervariasi dari potassium (K), magnesium (Mg), iron (Fe),
aluminium (Al), silicon (Si) dan air (H2O).
7. Quartz: mineral yang umumnya banyak dijumpai pada kerak bumi. Mineral
ini tersusun dari silica dioksida (SiO2) berwarna putih,
kilap kaca dan belah (cleavage)
tidak teratur (uneven) concoidal.
8. Calcite: tersusun
dari calcium carbonate (CaCO3). Umunya
berwarna putih transparan dan mudah digores dengan pisau. Kebanyakan dri
binatanag laut terbuat dari calcite mineral yang berhubungan dengan lime stone batu gamping.
0 comments: