Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2015 No 21 - 30


21.  Proses pergerakan aliran air pada permukaan tanah melalui sungai dan saluran air disebut:
a. perkolasi
b. presipitasi
c. infiltrasi
d. evapotranspirasi
e. run off



22.  Batas laut teritorial adalah:
a. batas yang diukur dari pantai sejauh 100 mil
b. batas yang diukur dari garis pantai terluar sejauh 20 mil ke laut lepas
c. batas yang diukur dari garis pantai terluar sejauh 12 mil ke laut lepas
d. batas yang diukur dari garis pantai terluar sejauh 24 mil ke laut lepas
e. batas yang diukur  dari garis pantai yang menghubungkan pulau-pulau sejauh 200 mil ke laut lepas

23.  Instrumen yang dapat digunakan untuk mengukur kedalaman laut adalah:
a. echosounder
b. radar
c. sonar
d. magnetometer
e.  anemometer


24.  Batuan di bawah ini yang termasuk jenis batuan metamorfosa, adalah:
a. Filit, Sekis, Genes, Batubara
b. Filit, Sekis, Genes, Marmer
c. Sabak, Filit, Sekis, Batubara
d. Sabak, Filit, Sekis, Konglomerat
e. Batupasir Kuarsa, Sabak, Sekis, Filit

26.  Inti Bumi diperkirakan terdiri atas unsur utama besi dan nikel berdasarkan:
a. Perkiraan berat jenis batuan dari kecepatan rambat gelombang gempa bumi
b. Perkiraan dari inti meteorit yang jatuh ke Bumi
c. Adanya materi inti Bumi yang naik ke permukaan Bumi
d. Jawaban a dan b benar
e. Jawaban a dan c benar

27.  Palung Sunda yang terbentang dari Aceh, lepas pantai barat Sumatra dan lepas pantai selatan Jawa, hingga lepas pantai selatan bagian Kepulauan Nusa Tenggara, merupakan akibat dari:
a. Tabrakan  (collision)  antara  Lempeng  Samudera  India-Australia  dengan Lempeng Benua Eurasia
b. Penunjaman   (subduction)   antara   Lempeng   Samudera   India-Australia   di   bawah Lempeng benua Eurasia
c. Pergeseran (transform) antara Lempeng Samudera India-Australia dengan Lempeng Benua Eurasia
d. Tabrakan (collision) antara Lempeng Samudera Pasifik dengan Lempeng Benua Eurasia
e. Penunjaman (subduction) antara Lempeng Samudera Pasifik di bawah Lempeng Benua Eurasia

28.  Kebanyakan tipe gunung api di Indonesia dikenal sebagai gunung api strato komposit, karena:
a. Tubuhnya berlapis-lapis
b. Tubuhnya terbentuk dari selang-seling lapisan lava dan endapan piroklastik
c. Tubuhnya terbentuk dari lapisan-lapisan piroklastik berbagai ukuran
d. Tubuhnya terbentuk dari selang-seling lapisan berbagai jenis lava
e. Tubuhnya terbentuk dalam beberapa bentuk kerucut



29.  Zaman paling tua pada Masa Mesozoikum, adalah:
a. Karbon
b. Perm
c. Trias
d. Yura
e. Kapur


30.  Mineral yang terbentuk pada tahap-tahap awal pembekuan magma, di antaranya adalah:
a. Olivin, piroksen, ortoklas
b. Olivin, Ca-plagioklas, K-felspar
c. Felspar, Plagioklas, Kuarsa
d. Olivin, piroksen, Ca-plagioklas
e. Piroksen, Fekspar, Kuarsa

Pembahasan
No 22

Ada beberapa warna-warna air laut karena beberapa sebab: 

a. Pada umumnya lautan berwarna biru, hal ini disebabkan oleh sinar matahari yang bergelombang pendek (sinar biru) dipantulkan lebih banyak dari pada sinar lain. 
b. Warna kuning, karena di dasarnya terdapat lumpur kuning, misalnya sungai kuning di Cina. 
c. Warna hijau, karena adanya lumpur yang diendapkan dekat pantai yang memantulkan warna hijau dan juga karena adanya planton-planton dalam jumlah besar. 
d. Warna putih, karena permukaannya selalu tertutup es seperti di laut kutub utara dan selatan. Aliran air dari glaycer banyakmembawa tepung batu yang merupakan hasil pelapukan material daratan, kemudian dibawa oleh aliran air tawar menuju estaurine. 
e. Warna ungu, karena adanya organisme kecil yang mengeluarkan sinar-sinar fosfor seperti di laut ambon. 
f. Warna hitam, karena di dasarnya terdapat lumpur hitam seperti di laut hitam 
g. Warna merah, karena banyaknya binatang-binatang kecil berwarna merah yang terapung-apung.

No 21

 

Evaporasi atau Penguapan 

Transformasi atau perubahan bentuk air dari cair ke fase gas secara langsung. Sumber energi untuk penguapan adalah energi panas matahari. Sedangkan air yang diuapkan berasal dari tempat –tempat penampungan air seperti sungai, reservoir, danau, waduk, laut ataupun samudra.

Transpirasi 
Transpirasi adalah evaporasi atau penguapan air yang terkandung dalam tumbuhan

Evapotranspirasi 
Evaporasi adalah perpaduan evaporasi dan transpirasi

Kondensasi 
Kondensasi adalah proses perubahan wujud uap air menjadi titik-titik air sebagai hasil
pendinginan.

Presipitasi 
Presipitasi adalah segala bentuk curahan air atau hujan. Sebagian besar presipitasi terjadi sebagai hujan air, namun ada juga presipitasi yang berupa hujan salju, hujan es (hail), kabut menetes (fog drip), graupel, dan hujan es (sleet).
.
Infiltrasi 
Infiltrasi adalah air yang jatuh ke permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.

Perkolasi 
Perkolasi adalah air yang meresap terus sampai ke kedalaman tertentu hingga mencapai air tanah atau groundwater

Limpasan (runoff) 
Air yang mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut.  Ini mencakup baik limpasan permukaan (surface runoff) dan limpasan saluran (channel runoff).

Canopy intersepsi 
Pengendapan yang dicegat oleh dedaunan tanaman dan akhirnya menguap kembali ke atmosfer daripada jatuh ke tanah.

Pencairan salju 
Limpasan yang dihasilkan oleh salju mencair seperti gletser.
Arus Bawah Permukaan 
Aliran air bawah tanah, di zona Vadose dan akuifer. Air bawah permukaan dapat kembali ke permukaan  atau akhirnya meresap ke dalam lautan.

Sublimasi 
Perubahan wujud secara langsung dari air padat (salju atau es) untuk uap air.

Adveksi 
Gerakan air – dalam wujud padat, cair, atau uap – melalui atmosfer. Tanpa adveksi, air yang menguap dari lautan tidak bisa jatuh sebagai presipitasi di atas tanah.

No 24

1. Slate

Slate merupakan batuan metamorf terbentuk dari proses metamorfosisme batuan sedimen Shale atau Mudstone (batulempung) pada temperatur dan suhu yang rendah. Memiliki struktur foliasi (slaty cleavage) dan tersusun atas butir-butir yang sangat halus (very fine grained).

2. Filit

Merupakan batuan metamorf yang umumnya tersusun atas kuarsa, sericite mica dan klorit. Terbentuk dari kelanjutan proses metamorfosisme dari Slate.

3. Gneiss

Merupakan batuan yang terbentuk dari hasil metamorfosisme batuan beku dalam temperatur dan tekanan yang tinggi. Dalam Gneiss dapat diperoleh rekristalisasi dan foliasi dari kuarsa, feldspar, mika dan amphibole.

4. Sekis

Schist (sekis) adalah batuan metamorf yang mengandung lapisan mika, grafit, horndlende. Mineral pada batuan ini umumnya terpisah menjadi berkas-berkas bergelombang yang diperlihatkan dengan kristal yang mengkilap.


5. Marmer

Terbentuk ketika batu gamping mendapat tekanan dan panas sehingga mengalami perubahan dan rekristalisasi kalsit. Utamanya tersusun dari kalsium karbonat. Marmer bersifat padat, kompak dan tanpa foliasi.

6. Kuarsit

Adalah salah satu batuan metamorf yang keras dan kuat. Terbentuk ketika batupasir (sandstone) mendapat tekanan dan temperatur yang tinggi. Ketika batupasir bermetamorfosis menjadi kuarsit, butir-butir kuarsa mengalami rekristalisasi, dan biasanya tekstur dan struktur asal pada batupasir terhapus oleh proses metamorfosis .

7. Milonit

Milonit merupakan batuan metamorf kompak. Terbentuk oleh rekristalisasi dinamis mineral-mineral pokok yang mengakibatkan pengurangan ukuran butir-butir batuan. Butir-butir batuan ini lebih halus dan dapat dibelah seperti schistose.


8. Filonit

Merupakan batuan metamorf dengan derajat metamorfisme lebih tinggi dari Slate. Umumnya terbentuk dari proses metamorfisme Shale dan Mudstone. Filonit mirip dengan milonit, namun memiliki ukuran butiran yang lebih kasar dibanding milonit dan tidak memiliki orientasi. Selain itu, filonit merupakan milonit yang kaya akan filosilikat (klorit atau mika)


9. Serpetinit

Serpentinit, batuan yang terdiri atas satu atau lebih mineral serpentine dimana mineral ini dibentuk oleh proses serpentinisasi (serpentinization). Serpentinisasi adalah proses proses metamorfosis temperatur rendah yang menyertakan tekanan dan air, sedikit silica mafic dan batuan ultramafic teroksidasi dan ter-hidrolize dengan air menjadi serpentinit.

10. Hornfels

Hornfels terbentuk ketika shale dan claystone mengalami metamorfosis oleh temperatur dan intrusi beku, terbentuk di dekat dengan sumber panas seperti dapur magma, dike, sil. Hornfels bersifat padat tanpa foliasi.

No 25

Dendritik, Berbentuk seperti cabang batang pohon. Berada di daerah datar dengan struktur batuan homogen.

Radial Sentrifugal, Pola aliran radial adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu, seperti puncak gunung api

Rectangular, Pola aliran rectangular adalah pola aliran sungai yang dikendalikan oleh struktur geologi, seperti struktur kekar (rekahan) dan sesar (patahan). Sungai rectangular dicirikan oleh saluran-saluran air yang mengikuti pola dari struktur kekar dan patahan.

Trelllis, Aliran sungai yang anak sungainya hampir sejajar dengan sungai induknya, biasanya berada di wilayah patahan.

Sentripetal, Aliran yang berlawanan dengan pola radial, di mana aliran sungainya mengalir ke satu tempat yang berupa cekungan (depresi).

Annular, Pola aliran annular adalah pola aliran sungai yang arah alirannya menyebar secara radial dari suatu titik ketinggian tertentu dan ke arah hilir aliran kembali bersatu.

Pararel, Sistem pengaliran paralel adalah suatu sistem aliran yang terbentuk oleh lereng yang curam/terjal.

Pinnate, Pola Pinnate adalah aliran sungai yang mana muara anak sungai membentuk sudut lancip dengan sungai induk. Sungai ini biasanya terdapat pada bukit yang lerengnya terjal.


No 26

Inti Bumi

Inti Bumi ini merupakan lapisan terdalam yang ketebalannya mencapai 3.500 km dan menjadi pusat dari massa Bumi sehingga sangatlah padat. Di lapisan ini pula aktivitas magnetik dan juga gravitasi Bumi ada.  Inti Bumi ini dibagi menjadi dia bagian yakni bagian luar dan juga bagian dalam. Inti bagian luar merupakan bola logam yang sangat cair dan juga sangat panas. Di dalam bola logam ini pula terdapat besi dan juga nikel.  Meski cair, tingkat kepadatan lapisan ini sangatlah tinggi. inti luar ini mempunyai ketebalan sekitar 1.400 km dan suhunya antara 8.000 hingga 11.000ᵒ F. semnetar inti bumi bagian dalam suhunya mencapai 9.000 hingga 13.000ᵒ F. Ketebalan lapisan inti Bumi bagian dalam ini sekitar 800 mil.

Itulah ketiga jenis lapisan yang dimiliki atau yang menyusun planet Bumi. Ketiga lapisan tersebut memang berbeda dan mempunyai ciri khas satu sama lain. Selain itu, masing- masing lapisan juga mempunyai karakteristik serta fungsinya masing- masing. Dan diantara ketiga lapisan Bumi tersebut, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai salah satu lapisan. Lapisan yang akan kita bahas  pada kesempatan kali ini adalah mengenai inti Bumi atau core. Ada banyak sekali hal yang akan kita bahas mengenai lapisan inti Bumi ini. Penjelasan mengenai inti Bumi yang lengkap adaah sebagai berikut.

Inti Bumi Luar dan Inti Bumi Dalam


Inti Bumi kita ketahui sebagai salah satun lapisan yang dimiliki oleh Bumi yang berada di paling dalam. Namun tahukah Anda bahwa lapisan inti Bumi ini ternyata dibedakan menjadi dua macam? Lapisan inti Bumi ini dibedakan menjadi dua yakni lapisan inti bagian luar dan juga lapisan inti Bumi bagaikan dalam. Perbedaan di antara keduanya belum diketahui secara pasti.

Namun seperti yang kita ketahui bersama bahwa kondisi lapisan Bumi ini semakin dalam semakin panas, jadi antara lapisan luar dan lapisan dalam suhunya lebih panas lapisan dalam. Lapisan inti Bumi bagian luar ini merupakan lapisan inti Bumi yang mempunyai ketebalan hin gga sekitar 1.400 km ke arah dalam, dan sisanya yakni sekitar 1.600 km adalah inti Bumi bagian dalam. Meskipun keduanya mempunyai ketebalan yang berbeda, namun untuk fungsinya akan tetap sama atau tidak mempunyai perbedaan secara mencolok.

No 27

Palung Sunda, dijuluki juga dengan Palung Jawa dan Palung Sumatera, adalah palung yang terletak di timur laut samudera Hindia dengan panjang 2.600 kilometer dan kedalaman maksimum 7.725 meter. Palung ini merupakan palung terdalam kedua di samudera Hindia setelah palung Diamantina.

No 28

Letusan (erupsi) gunung api akan menghasilkan timbunan material vulkanik. Ada berbagai macam bentukan (bentang alam) hasil erupsi. Diantaranya adalah gunung api kerucut (strato), gunung api prisma( perisai), dan gung api corong (maar). Bentuk gunung api yang paling banyak ditemukan adalah strato.

Gunung Api Kerucut atau strato adalah gunung api yang terbentuk secara berlapis-lapis. Lapisan tersebut terdiri atas campuran bahan lava dan eflata. Eflata merupakan material hasil letusan gunung api yang berupa bahan padat. Letusan gunung api melepaskan eflata yang ditimbun di sekitar pusat erupsi. Kemudian di atas lapisan eflata, lelehan lava membentuk lapisan batuan beku sebagai badan gunung api. Proses demikian terjadi berulang kali dan terus menerus dalam waktu yang lama. Akibatnya, terbentuk kerucut gunung api di sekitar pusat erupsi. Kerucut gunung api tersebut memiliki lapisan-lapisan berbentuk cekung.

Contoh gunung api strato di Indonesia antara lain gunung Kerinci, gunung Dempo, gunung Gede, gunung Pangrango, gunung Merbabu, gunung Kelud, gunung Batur, gunung Lampobatang, dan gunung Klabit.

Gunung strato yang terkenal di Indonesia, antara lain gunung Fuji (Jepang), gunung Vesuvius dan gunung Etna (Italia),serta gunung St. Helens (Amerika Serikat).

Gunung Api Perisai merupakan gunung api yang beralas sangat luas dengan lereng yang sangat landai. Gunung api perisai terbentuk dari lelehan lava yang cair (encer). Magma cair yang sangat encer keluar dari lubang letusan, kemudian meleleh disekeliling lubang letusan. Lelehan lubang tersebut membentuk lapisan seperti perisai. Indonesia tidak memiliki gunung api berbentuk perisai. Contoh gunung api perisai yang terkenal berada di kepulauan Jhawaii yaitu gunung Mauna, gunung Loa, gunung Mauna Kea, dan gunung Kilauea.

Gunung Api Corong atau maar adalah gunung api yang terajdi karena letusan sebuah dapur magma yang dangkal dan memiliki volume relatif kecil. Gunung api maar hanya mengalami satu kali erupsi, kemudian aktivitas gunung api tersebut terhenti. Gunung api maar terbentuk dari timbunan eflata. Bentuk gunung api ini seperti tanggul melingkar. Lereng api tipe ini tidak terlalu curam. Bagian tengah gunung api maar berupa sebuah cekungan dengan alas yang kedap air. Apabila terisi oleh air hujan maka cekungan tersebut akan membentuk danau. Cotoh danau hasil bentukan gunung api maar antara lain Ranu Klakah di lereng gunung Lamongan dan danau Eifel di Perancis. Kekuatan letusan gunung api disebabkan kekuatan gas dan volume magma yang ada di dalamnya. Secara fisika, kekuatan letusan gunung api disebabkan oleh tekanan dan volume gas yang terperangkap dalam dapur magma. Secara geologi, kekuatan letusan dipengaruhi oleh kedalaman dan volume dapur magma.

No 29


Mesozoikum berarti "kehidupan tengah", berasal dari bahasa Yunani awalan meso / μεσο- untuk "antara" dan Zoon / ζῷον berarti "hewan"atau "makhluk hidup". Ini adalah salah satu dari tiga era geologi dari EonFanerozoikum, didahului oleh Paleozoic ("kehidupan purba") dan digantikan oleh Kenozoikum ("hidup baru"). Era ini dibagi menjadi tiga periode utama:  TriasJura, dan Kapur, yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa zaman dan tahap.

Era dimulai dari Peristiwa Kepunahan Perm-Trias, kepunahan massal  terbesar yang tercatat dalam sejarah bumi, dan berakhir dengan Peristiwa Kepunahan Kapur-Paleogen, kepunahan massal lain yang dikenal karena telah membunuh dinosaurus non-unggas serta spesies tanaman dan hewan lainnya. Mesozoikum adalah masa signifikan bagi perubahantektonik, iklim dan aktivitas evolusi.

Setelah Paleozoic, Mesozoikum lamanya sekitar 186 juta tahun, dari 252,17 ke 66 juta tahun yang lalu ketika Era Kenozoikum dimulai. Waktu tersebut dipisahkan menjadi tiga periode geologi. Dari yang terlama ke termuda:
·         Trias (252,17 ke 201,3 juta tahun yang lalu)
·         Periode Jura (201,3 ke 145 juta tahun yang lalu)
·         Kapur (145 ke 66 juta tahun yang lalu)

Batas bawahnya(Trias) ditandai oleh peristiwa kepunahan Perm-Trias, dimana sekitar 90% sampai 96% dari spesies laut dan 70% dari vertebrata darat punah. Hal ini juga dikenal sebagai "Great Dying" karena dianggap kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi. 

 

Trias


Trias berkisar 250juta -200juta tahun yang lalu. Trias adalah keadaan transisi yang gersang dan sunyi dalam sejarah bumi antara Peristiwa Kepunahan Perm-Trias dan Periode Jura yang rimbun dan subur, memiliki tiga kala utama:. Trias Awal, Trias Tengah dan Trias Akhir.
Trias Awal berlangsung antara 250juta-247juta tahun yang lalu dan didominasi oleh gurun karena Pangaea belum terpecah, sehingga daratan interior masihlah gersang. Bumi baru saja menyaksikan kepunahan besar di mana 95% dari semua kehidupan punah. Kehidupan yang paling umum di bumi yang Lystrosaurus, Labyrinthodont, dan Euparkeria bersama dengan banyak makhluk lain yang berhasil bertahan hidup. 

Trias Tengah mencakup 247juta-237juta tahun yang lalu. Trias Tengah merupakan masa awal pecahnya Pangaea, dan awal mulanya Laut Tethys. Ekosistem telah pulih dari kehancuran. Fitoplankton, karang, dan krustasea telah pulih, dan reptil menjadi lebih besar dan semakin besar lagi. Reptil air seperti Ichthyosaurus dan Nothosaurus baru berkembang. Sementara itu, di darat, hutan pinus berkembang, bersama nyamuk dan lalat buah. Buaya kuno pertama berevolusi, yang memicu persaingan dengan amfibi besar yang telah memerintah sejak dunia air tawar.

Jura


Periode Jura Tengah mencakup 175,000,000-163,000,000 tahun yang lalu. Selama zaman ini, reptil berkembang kawanan sebagai besar sauropoda, seperti Brachiosaurus dan Diplodocus, diisi padang rumput pakis dari Periode Jura Tengah. Banyak predator lainnya naik juga, seperti Allosaurus. Hutan konifer terdiri sebagian besar hutan. Di lautan, plesiosaurus yang cukup umum, dan Ichthyosaurus yang berkembang. Zaman ini adalah puncak dari kehidupan reptil.

Periode Jura Akhir berlangsung pada 163juta-145juta tahun yang lalu. Akhir Periode Jura menampilkan kepunahan besar-besaran jenis sauropoda dan Ichthyosaurus akibat terpisahnya Pangaea menjadi Laurasia dan Gondwana di peristiwa dikenal sebagai peristiwa kepunahan Periode Jura-Kapur. 

 

Kapur


Kapur Awal berlangsung dari 145juta-100juta tahun yang lalu. Periode Kapur Awal menyaksikan perluasan jalur laut, dan berakibat penurunan dan kepunahan sauropoda (kecuali di Amerika Selatan). Banyak tercipta dangkalan pesisir, dan yang menyebabkan Ichthyosaurus untuk punah. Mosasaurus berevolusi untuk menggantikan mereka sebagai puncak predator laut. Beberapa dinosaurus hidup berpindah-pindah pulau, seperti Eustreptospondylus, berevolusi untuk hidup di dangkalan pesisir dan pulau-pulau kecil di Eropa kuno. Dinosaurus lain bangkit untuk mengisi kekosongan yang Peristiwa Kepunahan Jura-Kapur telah ciptakan, seperti Carcharodontosaurus dan Spinosaurus. 

Kala Kapur Akhir berlangsung 100juta-65juta tahun yang lalu. Kapur akhir menampilkan tren pendinginan yang akan melanjutkan di Kenozoikum periode. Akhirnya, tropis terbatas hanya di garis khatulistiwa dan daerah di luar garis tropis memiliki perubahan musim yang ekstrem. Dinosaurus masih berkembang sebagai spesies baru seperti Tyrannosaurus, Ankylosaurus, Triceratops dan Hadrosauria mendominasi rantai makanan. 

No 30

Penggolongan Mineral
Berdasarkan senyawa kimianya, mineral dikelompokkan menjadi mineral Silikat dan Non-silikat. Dari 2000 jenis mineral yang dikenal, hanya beberapa yang terlibat dalam pembentukan batuan. Mineral-mineral tersebut dinamakan Mineral Pembentuk Batuan atau Rock Forming Minerals, yang merupakan penyusun utama batuan kerak dan mantel Bumi.

Mineral pembentuk batuan dikelompokkan menjadi empat yaitu Silikat, Oksida,  Sulfida, Karbonat dan Sulfat:

Kelompok Mineral Silikat
1.    Olivine: warnanya yang olive. Berat jenis 3.27- 3.37, tumbuh sebagai mineral yang mempunyai bidang belah yang kurang sempurna.
2.    Augitite: warnanya sangat gelap hijau hingga hitam. Berat jenis berkisar antara 3.2 – 3.4 dengan bidang belah yang berpotongan hampir tegak lurus.
3.    Hornblende: warnanya hijau hingga hitam; Berat jenis 3.2 dan mempunyai bidang belah yang berpotongan dengan sudut antara 56° dan 124° yang sangat membantu dalam cara mengenalnya.
4.    Biotite: mineral mika berbentuk pipih yang dengan mudah dapat terkelupas. Dalam keadaan tebal, warnanya hijau tua hingga coklat-hitam. Berat jenis 2.8 – 3.2.

Tabel 3.3 Kelompok Mineral Non-Silikat
1.    Felspar      : Mineral pembentuk batuan yang paling banyak. Dalam bahasa JermanFeld  adalah lapangan, didalam kerak bumi jumlahnya hampir  54%. Terdapat dua nama yang diberikan kepada felspar yaitu Plagioklas dan ortoklas. Dari namaPlagioklas tersebut dibagi lagi menjadi dua yaitu albit dan anorthit. Dimana arti namaOrthoklas mengandung Kalium, albit mengandung Natrium dan Anorthit mengandung Kalsium.
2.    Orthoklas : mempunyai warna yang khas yaitu abu-abu atau merah jambu dengan Berat jenis 2,57.
3.    Kuarsa : Dapat disebut dengan silika, terbentuk dari senyawa silikon dengan oksigen. Terkadang berwarna smooky, atau berwarna ungu. Nama kuarsa yang seperti ituamethyst. Warna yang bermacam-macam terjadi karena terdapat unsur yang tidak bersih.
4.    Mineral Oksida
Terbentuk dari persenyawaan langsung dari oksigen dan tertentu. Dengan susunan lebih sederhana lebih sederhana dari silikat kemudian mineral oksida lebih keras dibanding mineral lainnya kecuali silikat dan lebih berat kecuali sulfida.  Adapun mineral-mineral oksida yang paling umum adalah korondum (Al2O3), es (H2O), hematit (Fe­2O3) dan kassiterit (SnO2)

Adapun mineral-mineral yang umum dijumpai dalam batuan beku misal:
1. Olivine : Sekumpulan mineral milikat yang penyusunnya besi (Fe) dan magnesium (Mg). Berwarna hijau, mengkilap, terbentuk di temperatur yang tinggi. Umumnya di temukan di batuan basalt dan ultramafic. Batuan yang mayoritas terdiri dari olivine disebut Dunite.

2. Amphibole : Kelompok mineral silikat berbentuk prismatik (seperti jarum), berwarna hijau tua kehitaman. Penyusunnya besi (Fe), Magnesium (Mg),  Kalsium (Ca), Alumunium (Al), Silika (Si), Oksigen (O). Banyak ditemui pada batuan metamorf dan batuan beku.

3. Biotite : Berbentuk pipih, kristal berlembar, dan merupakan bidang belahan dari mineral biotite. Berwarna hitam atau coklat namun muscovite berwarna terang, abu-abu terang. Mineral mika bersifat lunak dan dapat digores kuku.
4. Plagioclase feldspar: Mineral ini mengandung unsur kalsium atau natrium kristal feldspar berbentuk prismatik, umumnya berwarna putih hingga abu-abu, kilap gelap plagioklas yang mengandung natrium dikenal dengan mineral albite, sedangkan yang mengandung Ca disebut an-orthite.
5. Potassium feldspar (orthoclase): Seperti halnya plagioclase feldspar, potassium feldspar adalah mineral silikat yang mengandung unsur kalium dan bentuk kristalnya prismatik, umumnya berwarna merah daging hingga putih.
6. Mica: kelompok mineral silikat dengan komposisi yang bervariasi dari potassium (K), magnesium (Mg), iron (Fe), aluminium (Al), silicon (Si) dan air (H2O).
7. Quartz: mineral yang umumnya banyak dijumpai pada kerak bumi. Mineral ini tersusun dari silica dioksida (SiO2) berwarna putih, kilap kaca dan belah (cleavage) tidak teratur (uneven) concoidal.
8. Calcite: tersusun dari calcium carbonate (CaCO3). Umunya berwarna putih transparan dan mudah digores dengan pisau. Kebanyakan dri binatanag laut terbuat dari calcite mineral yang berhubungan dengan lime stone batu gamping.



0 comments: