Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2015 No 41 - 50
41. Salah satu
aplikasi ilmu geografi yang paling mendasar dalam rangkaian proses
pengelolaan bencana adalah:
a. Tata ruang
wilayah rawan bencana
b. Perilaku masyarakat yang
sesuai dengan ancaman bencana
c. Berkurangnya
kerugian akibat bencana
d. Tidak adanya korban jiwa
e. Pengurangan tingkat ancaman
bencana
42. Muara dari aplikasi ilmu geografi
dalam rangkaian proses pengelolaan bencana
adalah:
a. Alokasi ruang yang
sesuai untuk
aktivitas pembangunan
b. Perilaku masyarakat
yang sesuai
dengan ancaman bencana
c. Berkurangnya kerusakan infrastruktur akibat
bencana
d. Rendahnya jumlah korban jiwa
e. Pengendalian ancaman bencana
43. Pusat bisnis seperti department store dengan
threshold tinggi kemungkinan besar akan berada di:
a. CBD
b. Dekat Bandara
c. Ring ketiga
pinggiran kota (suburbs)
d. Ring pertama pinggiran kota
(suburbs)
e. Tidak
jauh dari gapura batas
kota
44. Prinsip
dasar yang melatarbelakangi Homer Hoyt menyusun model
sektoral
adalah:
a. Pembangunan berbasis
di sekitar perusahaan seperti bandara.
b. Pembangunan berdasarkan lokasi fasilitas umum.
c. Pembangunan berpusat di sekitar jalur transportasi.
d. Pembangunan disusun sekitar kawasan pusat bisnis.
e. Pembangunan tidak
perlu melalui
tahap
perencanaan.
45. Berikut
ini adalah contoh moda
MRT
(Mass Rapid
Transit) kecuali:
a. Angkutan Kota
b. Busway
c. Kereta
Rel
Diesel (KRD)
d. Kereta
Rel
Listrik
(KRL)
e. Monorail
46. Berikut
ini merupakan indikator tetap dalam
menilai
perkembangan desa kecuali:
a. Kepadatan Penduduk
b. Bentuk lahan (Geomorfologi)
c. Produktivitas Lahan
d. Orbitasi
e. Infrastruktur
47. Perubahan sosial budaya yang terjadi pada suatu wilayah yang diakibatkan oleh adanya pengusaha dengan modal besar yang merelokasi paksa masyarakat di kawasan kumuh
untuk membangun properti mewah disebut:
a. Gentrifikasi
b. Investasi Properti
c. Pembangunan Kota
d. Peremajaan Kota (Urban
Renewal)
e. Revitalisasi Kota
48. Pusat administrasi
pemerintahan di suatu kota
dikenal dengan istilah:
a. Civic center
b. RTH
c. CBD
d. Land Use
e. utilities
49. Trend besarnya persentase jumah penduduk kota dibanding penduduk desa di kota-kota
di negara maju adalah:
a. Kota lebih besar dari desa
b. Desa lebih besardari
kota
c. Kota sama dengan desa
d. Tidak menentu
e. Tergantung kegiatan kota
50. Ciri-ciri masyarakat kota adalah sebagai
berikut ini kecuali:
a. Heterogen
b. Individualis
c. Guyub
d. kepadatan tinggi
e. modern
Pembahasan
no 43
Teori-Teori Perkembangan Kota
Teori Konsentris (The Consentric
Theory)
a) Daerah
Pusat atau Kawasan Pusat Bisnis (KPB).
Daerah pusat kegiatan ini sering
disebut sebagai pusat kota. Dalam daerah ini terdapat bangunan-bangunan utama
untuk melakukan kegiatan baik sosial, ekonomi, poitik dan budaya. Contohnya :
Daerah pertokoan, perkantoran, gedung kesenian, bank dan lainnya.
b) Daerah
Peralihan.
Daerah ini kebanyakan di huni oleh
golongan penduduk kurang mampu dalam kehidupan sosial-ekonominya. Penduduk ini
sebagian besar terdiri dari pendatang-pendatang yang tidak stabil (musiman),
terutama ditinjau dari tempat tinggalnya. Di beberapa tempat pada daerah ini
terdapat kegiatan industri ringan, sebagai perluasan dari KPB.
c) Daerah
Pabrik dan Perumahan Pekerja.
Daerah ini di huni oleh
pekerja-pekerja pabrik yang ada di daerah ini. Kondisi perumahannya sedikit
lebih buruk daripada daerah peralihan, hal ini disebabkan karena kebanyakan
pekerja-pekerja yang tinggal di sini adalah dari golongan pekerja kelas rendah.
d) Daerah
Perumahan yang Lebih Baik Kondisinya.
Daerah ini dihuni oleh penduduk yang
lebih stabil keadaannya dibanding dengan penduduk yang menghuni daerah yang
disebut sebelumnya, baik ditinjau dari pemukimannya maupun dari
perekonomiannya.
e) Daerah
Penglaju.
Daerah ini mempunyai tipe kehidupan
yang dipengaruhi oleh pola hidup daerah pedesaan disekitarnya. Sebagian
menunjukkan ciri-ciri kehidupan perkotaan dan sebagian yang lain menunjukkan
ciri-ciri kehidupan pedesaan, Kebanyakan penduduknya mempunyai lapangan
pekerjaan nonagraris dan merupakan pekerja-pekerja penglaju yang bekerja di
dalam kota, sebagian penduduk yang lain adalah penduduk yang bekerja di bidang
pertanian.
2. TEORI
SEKTOR
Teori sektor ini dikemukakan oleh
Homer Hoyt (Yunus, 1991 & 1999), dinyatakan bahwa perkembangan-perkembangan
baru yang terjadi di dalam suatu kota, berangsur-angsur menghasilkan kembali
karakter yang dipunyai oleh sector-sektor yang sama terlebih dahulu. Alasan ini
terutama didasarkan pada adanya kenyataan bahwa di dalam kota-kota yang besar
terdapat variasi sewa tanah atau sewa rumah yang besar. Belum tentu sesuatu
tempat yang mempunyai jarak yang sama terhadap KPB akan mempunyai nilai sewa
tanah atau rumah yang sama, atau belum tentu semakin jauh letak atau tempat
terhadap KPB akan mempunyai nilai sewa yang semakin rendah.
a) Pertumbuhan
Vertikat, yaitu daerah ini dihuni oleh struktur keluarga tunggal dan semakin
lama akan didiami oleh struktur keluarga ganda. Hal ini karena ada factor
pembatas, yaitu : fisik, social, ekonomi dan politik.
b) Pertumbuhan
Memampat, yaitu apabila wilayah suatu kota masih cukup tersedia ruang-ruang
kosong untuk bangunan tempat tinggal dan bangunan lainnya.
c) Pertumbuhan
Mendatar ke Arah Luar (Centrifugal), yaitu biasanya terjadi karena adanya
kekurangan ruang bagi tempat tinggal dan kegiatan lainnya. Pertumbuhannya
bersifat datar centrifugal, karena perembetan pertumbuhannya akan
kelihatan nyata pada sepanjang rute transportasi. Pertumbuhan datar centrifugal
ini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :
1) Pertumbuhan
Datas Aksial, pertumbuhan kota yang memanjang ini terutama dipengaruhi oleh
adanya jalur transportasi yang menghubungkan KPB dengan daerah-daerah yang
berada diluarnya.
2) Pertumbuhan
Datar Tematis, pertumbuhan lateral suatu kota tipe ini tidak mengikuti arah
jalur transportasi yang ada, tetapi lebih banyak dilatarbelakangi oleh keadaan
khusus, sebagai cintih yaitu dengan didirikannya beberapa pusat pendidikan,
sehingga akan menarik penduduk untuk bertempat tinggal di daerah sekitarnya. Di
lingkungan pusat kegiatan yang beru ii akan timbul suatu suasana perkotaan yang
secara administrative mungkin terpisah dari kota yang ada.
3) Pertumbuhan
Datar Kolesen, perkembangan lateral ketiga ini terjadi karena adanya gabungan
dari perkembangan tipe satu dan dua. Sehubungan dengan adanya perkembangan yang
terus-menerus dan bersifat datar pada kota (pusat kegiatan), maka mengakibatkan
terjadinya penggabungan pusat-pusat tersebut satu kesatuan kegiatan. (Yunus,
1991 & 1999)
3. Teori
Inti Ganda (Multiple Nucleus Theory)
Teori ini dikemukakan oleh Harris dan
Ullman pada tahun 1945. Kedua geograf ini berpendapat, meskipun pola konsentris
dan sektoral terdapat dalam wilayah kota, kenyataannya lebih kompleks dari apa
yang dikemukakan dalam teori Burgess dan Hoyt.
Pertumbuhan kota yang berawal dari
suatu pusat menjadi bentuk yang kompleks. Bentuk yang kompleks ini disebabkan
oleh munculnya nukleus-nukleus baru yang berfungsi sebagai kutub pertumbuhan.
Nukleus-nukleus baru akan berkembang sesuai dengan penggunaan lahannya yang
fungsional dan membentuk struktur kota yang memiliki sel-sel pertumbuhan.
4. Teori
Konsektoral (Tipe Eropa)
Teori konsektoral tipe Eropa
dikemukakan oleh Peter Mann pada tahun 1965 dengan mengambil lokasi penelitian
di Inggris. Teori ini mencoba menggabungkan teori konsentris dan sektoral,
namun penekanan konsentris lebih ditonjolkan.
5. Teori
Konsektoral (Tipe Amerika Latin)
Teori konsektoral tipe Amerika Latin
dikemukakan oleh Ernest Griffin dan Larry Ford pada tahun 1980 berdasarkan
penelitian di Amerika Latin. Teori ini dapat digambarkan sebagai berikut.
6. Teori
Poros
Teori poros dikemukakan oleh Babcock
(1932), yang menekankan pada peranan transportasi dalam memengaruhi struktur
keruangan kota. Teori poros ditunjukkan pada gambar sebagai berikut.
7. Teori
Historis
Dalam teori historis, Alonso
mendasarkan analisisnya pada kenyataan historis yang berkaitan dengan perubahan
tempat tinggal penduduk di dalam kota. Teori historis dari Alonso dapat
digambarkan sebagai berikut.
0 comments: