Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2015 No 1 - 10


1.    Bulan  Januari-Pebruari  wilayah  Indonesia  memasuki  musim  hujan  khususnya  wilayah yang mempunyai pola monsoonal. Pola ini digambarkan dengan pola curah hujan bulanan dalam satu tahun yang mempunyai bentuk menyerupai huruf:
a.    B
b.    C
c.    V
d.    M
e.    W



2.    Panjang waktu dari terbit sampai terbenam matahari di lintang 30°N pada tanggal 20 Maret kira-kira:
a.    10 jam
b.    12 jam
c.    14 jam
d.    16 jam
e.    2 bulan

3.    Mengingat wilayah lintang rendah mendapatkan radiasi matahari sepanjang tahun maka. wilayah ini mengalami surplus energi sedangkan wilayah lintang tinggi mengalami defisit energi. Oleh karena itu terjadi transfer panas dari lintang rendah ke lintang tinggi yang dilakukan melalui:
a.    Sirkulasi atmosfer
b.    Sirkulasi lautan
c.    Sirkulasi daratan
d.    a dan b benar
e.    a,b,c benar
4.    Wilayah pantai barat Sumatra umumnya lebih basah dibanding wilayah sebelah timurnya pada saat dominasi angin barat daya tinggi. Hal ini dipengaruhi oleh:
a.    Sumatras
b.    Front
c.    Topografi
d.    Osilasi Madden Julian
e.    El Nino
5.    Ketika sistem klasifikasi iklim Koppen mendapat perhatian besar dari banyak pihak maka banyak peneliti lain yang mengajukan klasifikasi empirik yang digunakan untuk tujuan khusus. Di antara beberapa klasifikasi berikut ini, yang bukan merupakan klasifikasi iklim empirik adalah:
a.    Mohr
b.    Smidth-Fergusson
c.    De Martonne
d.    Oldeman
e.    Holdon
6.    Untuk melindungi tanaman pangan dari pengaruh angin yang kencang, maka dibuatlah jajaran/barisan  pohon-pohon  yang  berguna  untuk  mengurangi  kecepatan  angin  yang disebut:
a.    Windrose
b.    Shelterbelt
c.    Wallbreak
d.    Tree shield
e.    Tripod
7.    Di  antara  elemen-elemen  iklim  di  bawah,  manakah  yang  biasanya  digunakan  untuk mengetahui gangguan tropis di atas wilayah kita?
a.    Kelembapan
b.    Temperatur
c.    Curah hujan
d.    Perawanan
e.    Radiasi matahari
8.    Negara-negara  kecil  kepulauan  umumnya  khawatir  akan  dampak  pemanasan  global karena:
a.    Negaranya bisa tenggelam oleh meningkatnya permukaan laut
b.    Pulau-pulaunya akan makin padat penduduknya  dan tersebar secara merata
c.    Akan terjadi eksodus besar-besaran ke negara lain
d.    Lenyapnya peradaban negara tersebut dan makin meningkatnya jumlah penduduk
e.    Tidak ada jawaban di atas yang benar
9.    Menurut   IPCC,   tingkat   kepekaan   sistem   terhadap   efek-efek   yang   merugikan   dari perubahan iklim termasuk variabilitas iklim dan iklim ekstrim disebut:
a.    Risiko
b.    Bahaya
c.    Kerentanan
d.    kemampuan beradaptass
e.    eksposur 
10.  Contoh pembangunan yang tidak bertujuan untuk menghemat bahan bakar fosil adalah
a.    pembangkit listrik tenaga air
b.    pembangkit listrik tenaga nuklir
c.    pembangkit listrik tenaga panas bumi
d.    pembangkit listrik tenaga batu bara
e.    pembangkit listrik tenaga angin

pembahasan

No 1
Pengertian Angin Monsun 
Indonesia adalah negara yang dipengaruhi oleh monsun. Istilah “monsoon” berasal dari kata Arab “mausim” yang berarti musim. Istilah ini digunakan untuk menjelaskan pembalikan arah angin secara musiman di sepanjang pantai Samudra Hindia, khususnya di Laut Arab, yang bertiup dari arah Barat Daya (South West) selama setengah tahun dan dari arah sebaliknya Timur Laut (North East), selama setengah tahun berikutnya. Monsun di Indonesia adalah bagian dari monsun Asia Timur dan Asia Tenggara.

Wilayah Monsun ditandai oleh pembalikan musiman sistem angin utama (Tjasyono, 2008) dengan wilayah sirkulasi permukaan di bulan Januari dan Juli pada kondisi sebagai berikut (Zakir et al., 2010):

1.    Arah angin kebanyakan (prevailing wind) berubah setidaknya 120o antara Januari dan Juli.
2.    Rata-rata frekuensi arah angin kebanyakan pada bulan Januari dan Juli mencapai 40%.
3.    Angin resultan rata-rata yang terjadi minimum pada satu bulan mencapai 3 m/s. 
4.    Setiap 2 (dua) tahun terjadi kurang dari satu kali perubahan siklon-antisiklon di bulan manapun dalam wilayah selebar 5o lintang-bujur.
Periode Monsun yang terjadi di Indonesia terbagi menjadi 4 (empat) periode seperti berikut ini:

1.    Periode Monsun Asia (Desember-Januari-Februari).
2.    Transisi Monsun Australia (Maret-April-Mei).
3.    Monsun Australia (Juni-Juli-Agustus). Pada periode Transisi Monsun Australia inilah periode terjadinya pusat tekanan rendah dan sirkulasi angin Eddy di atmosfer di atas perairan Natuna hingga Laut Cina Selatan (Zakir et al., 2010). Pusat tekanan rendah dan sirkulasi ini menyebabkan wilayah tersebut mendapatkan banyak curah hujan pada periode tersebut.
4.    Transisi Monsun Asia (September-Oktober-November). 

Monsun barat biasanya lebih lembab daripada monsun timur. Perbedaan arah angin di dalam kedua monsun tersebut disebabkan oleh dua faktor yaitu pertama udara turun di atas Australia pada waktu terjadi monsun timur sebaliknya udara naik di atas Australia pada waktu monsun barat sedangkan yang kedua pada saat monsun timur arus udara bergerak di atas laut yang jaraknya pendek sedangkan pada saat monsun barat arus udara bergerak di atas laut yang jaraknya cukup jauh sehingga dalam monsun barat arus udara lebih banyak mengandung uap air
Angin Monsun Barat 
Angin Monsun barat berlangsung pada saat musim dingin di belahan bumi utara khatulistiwa, umumnya terjadi pada bulan Oktober hingga April dan puncaknya pada bulan Desember, Januari, Februari, angin monsun bertiup dari daerah Siberia menuju benua Australia. Pada periode ini daerah-daerah di Indonesia yaitu daerah yang berada di sekitar Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Lombok, Nusa Tenggara sampai dengan Papua angin monsun bertiup dari barat ke arah timur.
Angin Monsun Timur 

Angin Monsun Timur merupakan kondisi kebalikan dari monsun barat, yang terjadi antara bulan April hingga Oktober saat matahari berada di belahan bumi utara, menyebabkan benua Australia mengalami musim dingin, sehingga bertekanan tinggi. Sedangkan benua Asia lebih panas, sehingga tekanannya rendah.
No 4
Madden Julian Oscillation adalah suatu gelombang atau osilasi sub musiman yang terjadi di lapisan troposfer wilayah tropis, akibat dari sirkulasi sell skala besar di ekuatorial yang bergerak dari barat ke timur yaitu dari laut Hindia ke Pasifik Tengah dengan rentang daerah propagasi 15°LU - 15°LS. MJO secara alami terbentuk dari sistem interaksi laut dan atmosfer, dengan periode osilasi kurang lebih 30-60 hari.
MJO/ISO ( Madden Julian Oscillation/Intra Seasonal Oscillation) yang merupakan osilasi sub musiman dari suatu sistem interaksi laut dan atmosfer. MJO pertama kali ditemukan oleh Roland A. Madden dan Paul R. Julian pada tahun 1971,  mereka menemukan semacam osilasi yang berperiode 41-53 hari pada saat menganalisis anomali angin zonal di Pasifik Tropis dengan menggunakan data tekanan 10 tahun P. Canton (2,8°S,171,7°W) dan data angin lapisan atas Singapore (Madden dan Julian 1971,1972). Namun seiring dengan perkembangan penelitian, dengan mengevaluasi data stasiun dan menambahkan titik pengamatan serta periode waktu yang berbeda, mereka menyatakan osilasi tersebut lebih sering mengarah kepada osilasi 30-60 hari
El Nino adalah fenomena perubahan iklim secara global yang diakibatkan oleh memanasnya suhu permukaan air laut Pasifik bagian timur. El Nino terjadi pada 2-7 tahun dan bertahan hingga 12-15 bulan (Sarachik, 2010). Ciri-ciri terjadi El Nino adalah meningkatnya suhu muka laut di kawasan Pasifik secara berkala dan meningkatnya perbedaan tekanan udara antara Darwin dan Tahiti
Salah satu ciri-ciri El Nino adalah terjadinya peningkatan suhu permukaan laut Pasifik bagian timur. Sementara suhu permukaan laut di sekitar Indonesia menurun akibat dari tertariknya seluruh suhu permukaan yang hangat ke Pasifik bagian timur. Hal ini menyebabkan penurunan jumlah awan yang terbentuk sehingga curah hujan juga menurun.
Penurunan suhu yang terjadi menyebabkan tekanan udara menjadi tinggi sehingga udara berpindah dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Permukaan laut Pasifik bagian barat yang lebih dingin menyebabkan terjadinya upwelling. Upwelling merupakan naiknya massa air di bawah permukaan air laut ke permukaan air laut. Semakin dalam suhu air semakin rendah dan kerapatan air meningkat.

Saat bulan Oktober-Maret matahari terletak di belahan bumi selatan, sehingga Australia mengalami musim panas dan Asia mengalami musim dingin. Tekanan udara di Australia menurun dan tekanan udara di Asia meningkat. Hal ini menyebabkan angin bergerak dari Asia ke Australia (angin moonson Asia) yang membawa banyak uap air karena melalui lautan yang luas dan saat itu lah terjadi musim hujan.
Sebaliknya, saat musim kemarau terjadi angin moonson Australia yang bertiup dari Australia ke Asia dan membawa sedikit uap air. Uap air yang sedikit ini dikarenakan angin yang bertiup melewati gurun yang luas dan lautan yang sempit. Sehingga terjadilah musim kemarau.

Dampak El Nino di Indonesia


Dampak yang ditimbulkan oleh El Nino adalah kekeringan panjang lebih dari pada tahun normal. Kekeringan ini terjadi akibat uap air yang seharusnya bertiup ke arah Indonesia berhenti di Pasifik bagian timur. Mendinginnya permukaan laut di sekitar perairan Indonesia karena tertariknya seluruh masa air hangat ke bagian timur Pasifik. Penyebabnya adalah perbedaan tekanan udara yang membawa uap air bertiup ke arah timur sehingga curah hujan di Pasifik bagian barat menurun.
Adapula keuntungan dari fenomena El Nino ini yaitu meningkatnya kandungan klorofil di perairan Indonesia yang merupakan nutrisi bagi ikan-ikan sehingga banyak ikan yang bermigrasi ke perairan Indonesia. Hal ini tentu sangat menguntungkan para nelayan.

No  5
Jenis-Jenis Iklim Menurut Para Ahli 
a. Iklim menurut W. Koppen 
Pembagian iklim dikemukakan oleh seorang ahli klimatologi dari jerman bernama W. Koppen pada tahun 1981. Dia membuat klasifikasi iklim untuk seluruh dunia berdasarkan suhu dan curah hujan. Pembagian iklim menurut W. Koppen adalah sebagai berikut : 
1). Iklim khatulistiwa
2). Iklim kering. 
3). Iklim sedang 
4). Iklim dingin. 

b. Iklim menurut Schmidt dan Ferguson
Pembagian tipe iklim ini berdasarkan banyaknya curah hujan tiap-tiap bulan, yakni membandingkan jumlah rata-rata bulan kering dan rata-rata jumlah bulan basah dikalikan 100%. Dikatakan bulan kering apabila rata-rata curah hujan sebulan kurang dari 60 mm. Disebut bulan lembab apabila curah hujan dalam sebelan antara 60 mm-100 mm dan bulan basah jika curah hujan dalam sebulan lebih dari 100 mm. 

c. Iklim menurut F. Junghuhn
Junghuhn mengklasifikasikan iklim menurut ketinggian tempat dan suhu serta kesesuainnya untuk jenis tanaman tertentu. Ia membagi iklim sebagai berikut. 
1). Daerah Panas dengan ketinggian 0-600 m dpl
2). Daerah sedang dengan ketinggian 600 m-1.500 m dpl 
3). Daerah sejuk dengan ketinggian 1.500 m-2.500 m dpl
4). Daerah dingin dengan ketinggian di atas 2.500 m dpl. 
Klasifikasi Iklim MOHR (1933) Klasifikasi iklim di Indonesia yang didasrakan curah hujan agaknya di ajukan oleh Mohr pada tahun 1933. Klasifikasi iklim ini didasarkan oleh jumlah Bulan Kering (BK) dan jumlah Bulan Basah (BB) yang dihitung sebagai harga rata-rata dalam waktu yang lama. Bulan Basah (BB) : Bulan dengan curah hujan lebih dari 100 mm (jumlah curah hujan bulanan melebihi angka evaporasi). Bulan Kering (BK) : Bulan dengan curah hujan kurang dari 60 mm (jumlah curah hujan lebih kecil dari jumlah penguapan).
Menurut diagram tersebut, pada garis lintang rendah sampai sekitar 3 derajat LU atau LS terjadi hujan sepanjang tahun. Sedangkan kawasan tropis pada garis lintang antara 3 s/d 10 derajat baik ke arah utara ataupun selatan mengalami dua musim hujan dan dua musim kemarau. Namun demikian beberapa pengecualian terjadi karena pengaruh lokal, seperti topografi, landas benua dan kepulauan. Di Asia Tenggara, termasuk didalamnya Indonesia, distribusi hujan dipengaruhi pula oleh adanya angin Monsoon sehingga pada kawasan dengan garis lintang antara 3 s/d 10 derajat yang diduga mempunyai dua musim hujan dalam setahun, ternyata hanya turun sekali musim hujan.
KLASIFIKASI IKLIM OLDEMAN

Klasifikasi iklim ini diarahkan kepada tanaman pangan seperti padi dan palawija. Dibandingkan dengan metode lain, metode ini sudah lebih maju karena sekaligus memperhitungkan unsur cuaca lain seperti radiasi matahari dikaitkan dengan kebutuhan air tanaman. 
Oldeman membagi tipe iklim menjadi 5 katagori yaitu A, B, C, D dan E.

Tipe A : Bulan-bulan basah secara berturut-turut lebih dari 9 bulan.
Tipe B : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 7 sampai 9 bulan.
Tipe C : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 5 sampai 6 bulan.
Tipe D : Bulan-bulan basah secara berturut-turut antara 3 sampai 4 bulan.
Tipe E : Bulan-bulan basah secara berturut-turut kurang dari 3 bulan. 
klim di Holden adalah dingin dan sedang. Ini adalah banyak curah hujan di Holden, bahkan di bulan terkering. Klasifikasi iklim Köppen-Geiger adalah Dfb. Di Holden, suhu rata-rata tahunan adalah 6.5 °C. Presipitasi di sini rata-rata 1090 mm.
No 6
Mawar angin adalah sebuah metode penggambaran informasi mengenai kecepatan dan arah angin pada suatu lokasi tertentu. Mawar angin digambarkan dalam format melingkar dengan skema frekuensi angin yang berhembus dari arah tertentu. Panjang setiap mahkota menunjukkan tingkat frekuensi berhembusnya angin dari arah tersebut, bernilai nol di pusat mawar dan terus meningkat hingga tepi mawar



0 comments: