Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2016 No 11 - 20
11. Kegiatan perekonomian di perkotaan didominasi oleh sektor:
a. industri
b. pertanian
c. tambang
d. jasa
e. kaki lima
12. Berikut ini beberapa istilah yang sering dipergunakan dalam membahas kota dan perkotaan kecuali:
a. urban
b. city
c. rural
d. town
e. township
13. Pola pertumbuhan dan perkembangan daerah terbangun perkotaan mengikuti pola berikut ini kecuali pola:
a. pola konsentrik
b. pola sektoral
c. pola pita
d. pola tetap
e. pola pusat kegiatan ganda
14. Salah satu sifat dari ekosistem adalah:
a. selalu konstan – perubahan hanya terjadi jika terjadi gangguan oleh manusia
b. selalu berubah – perubahan tersebut bersifat dinamis untuk mencapai keseimbangan
c. selalu konstan – perubahan hanya terjadi jika terjadi gangguan oleh manusia dan bencana alam
d. dinamis – manusia merupakan satu-satunya faktor yang menentukan perubahan ekosistem
e. dinamis – perubahan hanya terjadi pada skala spasial
15. Nitrogen
merupakan
salah
satu
pencemar
utama pada lingkungan
air
tanah di
berbagai
bagian
bumi. Penyebab utama dari akumulasi nitrogen ini adalah:
a. penggunaan pupuk nitrogen yang berlebihan
b. perusakan bakteri nitrifikasi yang menyebabkan nitrogen dalam tanah tetap menjadi NH
c. kelembaban tanah berlebihan yang menyebabkan amonifikasi atau denitrifikasi
d.
keberadaan tanah dengan tekstur pasir
e. kurangnya kelembaban di pucuk tanah untuk mengikat nitrogen di permukaan dan air tanah
16. Salah satu isu lingkungan yang sering kita dengar akhir-akhir ini adalah fenomena perubahan iklim atau
pemanasan global (global warming). Penyebab utama pemanasan global tersebut adalah:
a. penggunaan CO2 yang berlebihan
b. letusan gunung berapi
c. pembakaran bahan bakar fosil
d. daur nitrogen yang terganggu
e. kenaikan permukaan laut
17. Hukum batas toleransi
(law of tolerance) menunjukkan bahwa suatu organisme
memiliki
batas minimum dan batas maksimum untuk setiap faktor lingkungan. Di luar batas ini, organisme tersebut:
a. akan beradaptasi
b. akan berevolusi
c. akan beregenerasi
d. tidak akan bertahan hidup
e. tidak akan berevolusi
18. Dalam suatu ekosistem dapat ditemukan berbagai spesies organisme yang hidup secara berdampingan, walaupun sumberdaya yang tersedia terbatas. Hal ini dapat terjadi karena:
a. masing-masing spesies ditemukan pada bioma yang berbeda
b. masing-masing spesies terdapat pada habitat yang agak berbeda
c. masing-masing spesies menempati relung (niche) yang berbeda
d. masing-masing spesies memiliki populasi yang berbeda
e. semua spesies dapat saling berbagi sumberdaya yang tersedia
19. Dalam pengertian konsep komunitas, tercakup:
a. komponen biotik dan abiotik
b. komponen biotik, abiotik, dan lokasi habitat
c. populasi dua atau lebih spesies yang berbeda
d. hanya aspek struktural (komponen) ekosistem
e. hanya aspek fungsional (proses) ekosistem
20. Mayoritas penduduk perdesaan bekerja pada sektor:
a. perkebunan
b. pertanian
c. perikanan
d. industri
e. transportasi
PEMBAHASAN
No 13
Perkotaan adalah suatu proses perubahan keadaan perkotaan
dari suatu keadaan ke keadaan yang lain dalam waktu yang berbeda. Sorotan
perubahan keadaan tersebut biasanya didasarkan pada waktu yang berbeda dan
untuk menganalisis ruang yang sama. Perkembangan kota menurut (J.H.Goode dalam
Daldjoeni, 1998:21) dipandang sebagai fungsi dari pada faktor-faktor jumlah
penduduk, penguasaan alat atau lingkungan, kemajuan teknologi dan kemajuan
dalam organisasi sosial.
Menurut (Bintarto, 1989:66-67), perkembangan kota dapat dilihat dari aspek zone-zone yang berada di dalam wilayah perkotaan. Dalam konsep ini Bintarto menjelaskan perkembangan kota tersebut terlihat dari penggunaan lahan yang membentuk zone-zone tertentu di dalam ruang perkotaaan sedangkan menurut (Branch,1995:52), bentuk kota secara keseluruhan mencerminkan posisinya secara geografis dan karakteristik tempatnya.
Menurut (Bintarto, 1989:66-67), perkembangan kota dapat dilihat dari aspek zone-zone yang berada di dalam wilayah perkotaan. Dalam konsep ini Bintarto menjelaskan perkembangan kota tersebut terlihat dari penggunaan lahan yang membentuk zone-zone tertentu di dalam ruang perkotaaan sedangkan menurut (Branch,1995:52), bentuk kota secara keseluruhan mencerminkan posisinya secara geografis dan karakteristik tempatnya.
Berdasarkan
pada penampakan morfologi kota serta jenis penyebaran areal perkotaan yang ada,
(Hudson dalam Yunus, 1999,133-141) mengemukakan beberapa alternatif model
bentuk kota. Secara garis besar ada 7 model bentuk kota yang disarankan, yaitu;
a)
Bentuk satelit dan pusat-pusat baru (satelite and neighbourhood plans), kota
utama dengan kota-kota kecil akan dijalin hubungan pertalian fungsional yang
efektif dan efisien;
b) Bentuk stellar atau radial (stellar or radial plans), tiap lidah dibentuk pusat kegiatan kedua yang berfungsi memberi pelayanan pada areal perkotaan dan yang menjorok ke dalam direncanakan sebagai jalur hijau dan berfungsi sebagai paru-paru kota, tempat rekreasi dan tempat olah raga bagi penduduk kota;
c) Bentuk cincin (circuit linier or ring plans), kota berkembang di sepanjang jalan utama yang melingkar, di bagian tengah wilayah dipertahankan sebagai daerah hijau terbuka;
d)
Bentuk linier bermanik (bealded linier plans), pusat perkotaan yang lebih kecil
tumbuh di kanan-kiri pusat perkotaan utamanya, pertumbuhan perkotaan hanya
terbatas di sepanjang jalan utama maka pola umumnya linier, dipinggir jalan
biasanya ditempati bangunan komersial dan dibelakangnya ditempati permukiman
penduduk;
e)
Bentuk inti/kompak (the core or compact plans), perkembangan kota biasanya
lebih didominasi oleh perkembangan vertikal sehingga memungkinkan terciptanya
konsentrasi banyak bangunan pada areal kecil;
f)
Bentuk memencar (dispersed city plans), dalam kesatuan morfologi yang besar dan
kompak terdapat beberapa urban center , dimana masing-masing pusat mempunyai
grup fungsi-fungsi yang khusus dan berbeda satu sama lain; dan
g) Bentuk kota bawah tanah (under ground city plans), struktur perkotaannya dibangun di bawah permukaan bumi sehingga kenampakan morfologinya tidak dapat diamati pada permukaan bumi, di daerah atasnya berfungsi sebagai jalur hijau atau daerah pertanian yang tetap hijau
no 15
Siklus
nitrogen adalah suatu proses konversi senyawa yang mengandung unsur nitrogen menjadi
berbagai macam bentuk kimiawi yang lain. Transformasi ini dapat terjadi secara
biologis maupun non-biologis. Beberapa proses penting pada siklus nitrogen,
antara lain fiksasi nitrogen, mineralisasi, nitrifikasi, denitrifikasi.
Walaupun terdapat sangat banyak molekul nitrogen di
dalam atmosfer,
nitrogen dalam bentuk gas tidaklah reaktif. Hanya beberapa organisme
yang mampu untuk mengkonversinya menjadi senyawa organik dengan
proses yang disebut fiksasi nitrogen.
Vertebrata secara
tidak langsung telah mengonsumsi nitrogen melalui asupan nutrisi dalam
bentuk protein maupun asam nukleat. Di dalam
tubuh, makromolekul ini
dicerna menjadi bentuk yang lebih kecil yaitu asam amino dan
komponen dari nukleotida,
dan dipergunakan untuk sintesis protein dan asam nukleat yang baru, atau
senyawa lainnya.
Kelebihan asam amino yang tidak digunakan dalam proses
metabolisme akan dioksidasi guna
memperoleh energi. Biasanya kandungan atom karbon dan hidrogenlambat laun akan
membentuk CO2 atau H2O, dan kandungan atom
nitrogen akan mengalami berbagai proses hingga menjadi urea untuk kemudian diekskresi.
Setiap asam amino memiliki lintasan metabolismenya
masing-masing, lengkap dengan perangkat enzimatiknya.
No 16
Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat
0.74 ± 0.18 °C (1.33
± 0.32 °F)
selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental
Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa,
"sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan
besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat
aktivitas manusia melalui efek rumah kaca.
Perbedaan angka perkiraan itu disebabkan oleh penggunaan
skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca pada
masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda.
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan
perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya
intensitas fenomena cuaca yang ekstrem,[2] serta
perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat
pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnyagletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.
Beberapa hal yang masih diragukan para ilmuwan adalah
mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi pada masa depan, dan
bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan
bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain.
Efek rumah kaca
Segala sumber energi yang terdapat di Bumi berasal
dari matahari.
Sebagian besar energi tersebut berbentuk radiasi gelombang pendek,
termasuk cahaya tampak.
Ketika energi ini tiba permukaan Bumi, ia berubah dari cahaya menjadi panas
yang menghangatkan Bumi. Permukaan Bumi, akan
menyerap sebagian panas dan memantulkan kembali sisanya. Sebagian dari panas
ini berwujud radiasi infra merah gelombang
panjang ke angkasa luar.
Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana gas dalam rumah kaca. Dengan semakin
meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas yang
terperangkap di bawahnya.
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh segala makhluk
hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi sangat dingin.
Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah
lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek
rumah kaca suhu bumi hanya -18 °C sehingga es akan menutupi seluruh
permukaan Bumi.
Iklim mulai tidak stabil
Para ilmuwan memperkirakan
bahwa selama pemanasan global, daerah bagian Utara dari belahan Bumi utara (Northern
Hemisphere) akan memanas lebih dari daerah-daerah lain di Bumi. Akibatnya, gunung-gunung es akan
mencair dan daratan akan mengecil. Akan lebih sedikit es yang terapung di
perairan Utara tersebut. Daerah-daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan,
mungkin tidak akan mengalaminya lagi. Pada pegunungan di daerah subtropis,
bagian yang ditutupi salju akan semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair.
Musim tanam akan lebih panjang di beberapa area. Suhu pada musim dingin dan
malam hari akan cenderung untuk meningkat.
Angin akan bertiup lebih kencang dan mungkin dengan pola
yang berbeda. Topan badai (hurricane) yang memperoleh
kekuatannya dari penguapan air, akan menjadi lebih besar. Berlawanan dengan
pemanasan yang terjadi, beberapa periode yang sangat dingin mungkin akan
terjadi. Pola cuaca menjadi tidak terprediksi dan lebih ekstrem.
Peningkatan permukaan laut
Perubahan tinggi rata-rata muka laut diukur dari daerah
dengan lingkungan yang stabil secara geologi.
Ketika atmosfer menghangat,
lapisan permukaan lautan juga
akan menghangat, sehingga volumenya akan membesar dan menaikkan tinggi
permukaan laut. Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitarGreenland, yang lebih
memperbanyak volume air di laut.
Tinggi muka laut di seluruh dunia telah meningkat 10 – 25 cm (4 - 10
inchi) selama abad ke-20,
dan para ilmuwan IPCC memprediksi
peningkatan lebih lanjut 9 – 88 cm (4 - 35 inci) pada abad ke-21.
Perubahan tinggi muka laut akan sangat memengaruhi
kehidupan di daerah pantai.
Kenaikan 100 cm (40 inchi) akan menenggelamkan 6 persen daerah Belanda, 17,5 persen
daerah Bangladesh,
dan banyak pulau-pulau. Erosi dari
tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Ketika tinggi lautan mencapai muara sungai, banjir akibat air
pasang akan meningkat di daratan.
Negara-negara kaya akan menghabiskan dana yang sangat besar untuk melindungi
daerah pantainya, sedangkan negara-negara miskin mungkin hanya dapat melakukan
evakuasi dari daerah pantai.
Suhu global cenderung meningkat
Orang mungkin beranggapan bahwa Bumi yang hangat akan menghasilkan
lebih banyak makanan dari sebelumnya, tetapi hal ini sebenarnya tidak sama di
beberapa tempat. Bagian selatan Kanada, sebagai contoh,
mungkin akan mendapat keuntungan dari lebih tingginya curah hujan dan lebih lamanya masa tanam.
Dampak sosial dan politik
Perubahan cuaca dan lautan dapat mengakibatkan
munculnya penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke)
dan kematian.
Temperatur yang panas juga dapat menyebabkan gagal panen sehingga akan muncul kelaparan
dan malagizi.
Pergeseran ekosistem dapat memberi dampak pada penyebaran
penyakit melalui air (waterborne
diseases) maupun penyebaran penyakit melalui vektor (vector-borne
diseases). Seperti meningkatnya kejadian demam berdarah karena
munculnya ruang (ekosistem)
baru untuk nyamuk ini
berkembang biak.
Gradasi Lingkungan yang disebabkan oleh pencemaran limbah
pada sungai juga berkontribusi pada waterborne
diseases dan vector-borne disease. Ditambah pula dengan polusi udara
hasil emisi gas-gas pabrik yang tidak terkontrol selanjutnya akan berkontribusi
terhadap penyakit-penyakit saluran pernapasan seperti asma,alergi, coccidioidomycosis, penyakit jantung dan paru kronis,
dan lain-lain.
0 comments: