Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2016 No 41 - 50
41. Akhir-akhir ini banyak pejabat yang mengatakan bahwa Indonesia akan memperoleh bonus demografi.
Bonus demografi merujuk pada suatu kondisi:
a. meningkatnya kesehatan penduduk
b. semua penduduk usia sekolah akan dapat menikmati layanan pendidikan
c. tingginya penduduk usia 4 tahun ke bawah
d. makin menurunnya infant mortality rate
e. besarnya persentase penduduk usia produktif
42. Salah satu contoh jenis kebijaksanaan kependudukan di Indonesia yang bersifat langsung adalah:
a. peningkatan status perempuan
b. pemerataan akses pendidikan
c. peningkatan layanan kesehatan
d. UU tentang perkawinan
e. keluarga berencana
43.
Kualitas penduduk Indonesia secara keseluruhan memang
belum setinggi
negara-negara
maju.
Namun demikian untuk kepentingan solidaritas sesama bangsa, Indonesia
berusaha untuk dapat menyediakan lokasi pengungsian bagi Etnis Rohingya asal Myanmar, yaitu di provinsi:
a. Papua Barat
b. Aceh
c. Jawa Barat
d. Sulawesi Selatan
e. Sulawesi Utara
44. Di antara gas-gas rumah kaca penyusun atmosfer kering, gas yang paling tinggi konsentrasinya adalah:
a. O2
b. CO2
c. CH4
d. H2O
e. N2
45. Kebakaran hutan selama tahun 2015 kemarin sangat berdampak luas pada aktivitas masyarakat.
Salah satu parameter cuaca yang berperan dalam menghilangkan kabut asap (kabas,
smog) adalah:
a. angin
b. curah hujan
c. radiasi matahari
d. temperatur
e. tekanan
46. El Niño sering mengganggu pola cuaca dan musim di Indonesia. Wujud gangguan musim tersebut adalah:
a. terjadinya kebakaran hebat di tanah air
b. terkonsentrasinya curah hujan di wilayah timur Indonesia
c. terbentuknya kemarau yang lebih panjang daripada biasanya
d. hujan menjadi lebih sering
e. terjadinya banjir di Nusa Tenggara Timur
47. Salah satu ciri wilayah tropis adalah:
a. mempunyai kecepatan angin yang besar
b. mengalami pemanasan matahari yang besar
c. terletak antara lintang 35o LU dan 35o LS
d. salju banyak terjadi di wilayah ini
e. Sirkulasi Ferrel terjadi di wilayah ini
48.Perubahan iklim sering dikaitkan dengan pemanasan global karena kesetimbangan
neraca radiasi yang
terganggu akibat:
a. meningkatkan gas oksigen di atmosfer
b. tidak adanya lapisan ozon di troposfer
c. menurunnya konsentrasi nitrogen di mesosfer
d. meningkatnya konsentrasi gas karbon dioksida di atmosfer
e. meningkatnya jumlah uap air di stratosfer yang menyerap ozon
49. Alat ukur penginderaan jauh yang sangat bermanfaat dalam analisis curah hujan di tanah air adalah:
a. penakar hujan
b. anemometer
c. pluviograph
d. radar cuaca
e. radiosonde
50. Bila kecepatan angin di Biak (tepat di ekuator) adalah 10 m/s maka gaya Coriolis di tempat tersebut adalah:
a. 7 N
b. 10 N/m
c. 0 N
d. 5
kg m/s2
e. 10,24 N m/s
PEMBAHASAN
No 41
Era yang krusial ini oleh
banyak kalangan disebut-sebut sebagai era bonus demografi yang saat ini sudah dimulai dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada
rentang tahun 2025-2030.
Era bonus demografi ditandai dengan dominasi jumlah
penduduk usia produktif (15-64 tahun) atas jumlah penduduk tidak produktif yang
bisa dilihat dari angka rasio ketergantungan yang rendah.
Rasio ketergantungan
sendiri merupakan perbandingan antara jumlah penduduk usia tidak produktif dan
jumlah penduduk usia produktif.
Era bonus demografi ditandai dengan dominasi jumlah
penduduk usia produktif (15-64 tahun) atas jumlah penduduk tidak produktif yang
bisa dilihat dari angka rasio ketergantungan yang rendah
Dari grafik rasio ketergantungan di atas terlihat pula
bahwa rasio ketergantungan telah turun di bawah 50% sejak 2012. Ini menunjukkan
sebuah tren positif.
Jumlah penduduk Indonesia sendiri pada 2016 diperkirakan
sebanyak 258 juta orang yang terdiri atas laki-laki sebanyak 129,98 juta orang
dan penduduk dengan jenis kelamin perempuan sebanyak 128,71 juta orang. Hal ini
bisa dilihat dari grafik berikut yang diambil dari databoks katadata berdasarkan data dari BPS.
Puncak dari era bonus demografi ini akan dicapai ketika
jumlah penduduk usia produktif berada pada angka 70% dari jumlah penduduk total
yang menurut proyeksi BPS dicapai antara rentang tahun 2025-2030.
Indonesia sudah mulai memasuki era bonus demografi
Bonus demografi sendiri, sebagaimana kandungan makna kata
“bonus”, merupakan sebuah keuntungan yang dapat diraih asalkan memenuhi
syarat-syarat tertentu dan diusahakan dengan benar.
Jadi, bonus demografi tidak semata-mata dan otomatis
membawa keuntungan dan dampak positif melainkan perlu diusahakan dan diarahkan
dengan benar.
Keuntungan yang dapat diperoleh dari bonus demografi
adalah tersedianya tenaga kerja usia produktif sebagai sumber daya penopang
utama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi.
Sementara syarat yang harus dipenuhi untuk meraih bonus
demografi tersebut adalah tingkat kesehatan dan pendidikan yang memadai untuk
membentuk sumber daya manusia yang berkualitas.
Tentu saja penduduk usia produktif yang dapat memberi
sumbangan pada pertumbuhan ekonomi adalah penduduk usia produktif yang terserap
oleh lapangan kerja.
Jadi, salah satu syarat yang wajib terpenuhi dalam
pemanfaatan bonus demografi adalah juga tersedianya lapangan kerja yang
memadai.
Solusi lain dalam usaha menekan angka pengangguran adalah
dengan memperbanyak jumlah pengusaha. Saat ini jumlah pengusaha di Indonesia
sebesar 1,65% dari jumlah penduduk.
Kebijakan yang dapat mendorong terbukanya lapangan kerja
(misalnya melalui investasi) dan kemudahan membuka usaha menjadi pekerjaan
rumah buat pemerintah.
Dengan banyaknya penduduk usia produktif yang terserap
lapangan kerja dan membuka usaha, ekonomi pun akan tumbuh disertai peningkatan
PDB. Dari sinilah pertumbuhan ekonomi dimulai.
Tantangan besar berupa potensi bonus demografi sudah
menanti di depan mata. Kesiapan dari pemerintah dan masyarakat sangat
diperlukan untuk memanfaatkan potensi ini dalam meningkatkan pertumbuhan
ekonomi sekaligus menyukseskan pembangunan
No 44
Gas rumah kaca yang paling banyak adalah uap air yang mencapai
atmosfer akibat penguapan air dari laut, danau dan sungai. Karbondioksida adalah
gas terbanyak kedua. Ia timbul dari berbagai proses alami seperti: letusan
vulkanik; pernapasan hewan dan manusia (yang menghirup oksigen dan
menghembuskan karbondioksida); dan pembakaran material organik (seperti tumbuhan).
Karbondioksida dapat berkurang karena terserap oleh
lautan dan diserap tanaman untuk digunakan dalam proses fotosintesis. Fotosintesis
memecah karbondioksida dan melepaskan oksigen ke atmosfer serta mengambil
atom karbonnya.
Karbondioksida
Manusia telah meningkatkan jumlah karbondioksida yang
dilepas ke atmosfer ketika mereka membakar bahan bakar fosil, limbah
padat, dan kayu untuk menghangatkan bangunan, menggerakkan kendaraan dan
menghasilkan listrik.
Pada saat yang sama, jumlah pepohonan yang mampu menyerap karbondioksida
semakin berkurang akibat perambahan hutan untuk diambil kayunya maupun untuk
perluasan lahan pertanian.
Walaupun lautan dan proses alam lainnya mampu mengurangi
karbondioksida di atmosfer, aktivitas manusia yang melepaskan karbondioksida ke
udara jauh lebih cepat dari kemampuan alam untuk menguranginya. Pada tahun
1750, terdapat 281 molekul karbondioksida pada satu juta molekul udara (281
ppm). Pada Januari 2007, konsentrasi karbondioksida telah mencapai 383 ppm
(peningkatan 36 persen).
Metana
Metana yang
merupakan komponen utama gas alam juga
termasuk gas rumah kaca. Ia merupakan insulator yang efektif, mampu menangkap
panas 20 kali lebih banyak bila dibandingkan karbondioksida. Metana dilepaskan
selama produksi dan transportasi batu bara, gas alam, dan minyak bumi. Metana juga
dihasilkan dari pembusukan limbah organik di tempat pembuangan sampah
(landfill), bahkan dapat dikeluarkan oleh hewan-hewan tertentu, terutama sapi, sebagai produk samping dari
pencernaan.
Nitrogen Oksida
Nitrogen oksida adalah gas insulator panas yang sangat
kuat. Ia dihasilkan terutama dari pembakaran bahan bakar fosil dan oleh lahan
pertanian. Ntrogen oksida dapat menangkap panas 300 kali lebih besar dari
karbondioksida. Konsentrasi gas ini telah meningkat 16 persen bila dibandingkan
masa pre-industri.
Gas lainnya
Gas rumah kaca lainnya dihasilkan dari berbagai proses
manufaktur. Campuran berflourinasi dihasilkan dari peleburan alumunium. Hidrofluorokarbon (HCFC-22)
terbentuk selama manufaktur berbagai produk, termasuk busa untuk insulasi,
perabotan (furniture), dan tempat duduk di kendaraan. Lemari pendingin di
beberapa negara berkembang masih menggunakan klorofluorokarbon (CFC)
sebagai media pendingin yang selain mampu menahan panas atmosfer juga
mengurangi lapisanozon (lapisan
yang melindungi Bumi dari radiasi ultraviolet).
No 46
Pengertian El
Nino dan La Nina
El Nino sendiri berarti bayi laki- laki karena munculnya
di sekitar hari Natal atau di akhir bulan Desember. Sementara La Nina merupakan
kebalikan dari El Nino. La Nina merupakan kondisi cuaca yang normal kembali
setalh mengalami El Nino. Secara bahasa, La Nina sendiri mempunyai arti bayi
perempuan.
Dampak El Nino dan La Nina
El Nino dan La Nina merupakan peristiwa alam yang
mempunyai dampak luas atau global. Secara umum dampak yang ditimbulkan dari
peristiwa- peristiwa ini adalah sebagai berikut:
Dampak El Nino:
1.Angin pasat
timur menjadi melemah
2.Melemahnya
sirkulasi monsoon
3.Akumulasi curah
hujan di wilayah Indonesia, Amerika Tengah dan Amerika Selatan bagian utara
menjadi berkurang, dan cuacanya cenderung lebih dingin serta kering.
4.Potensi terjadinya hujan terdapat di sepanjang Pasifik Ekuatorial Tengah
(baca: samudera pasifik)
dan juga Barat serta di wilayah Argentina. Di daerah ini cuaca yang dirasa
cenderung hangat dan juga lembab.
5.Indonesia mengalami musim kemarau (baca: pembagian musim di
Indonesia)
6.Indonesia dilanda kekeringan panjang karena turunnya
curah hujan
7.Hasil tangkapan ikan menjadi menurun
8.Banyak kerang yang mengalami keputihan atau coral
bleaching
Dampak La Nina
1.Angin pasat
timur menguat
2.Indonesia
mengalami peningkatan pada curah hujan, karena Indonesia menjadi daerah
bertekanan rendah
3.Banyak terjadi banjir (baca: jenis banjir)
di wilayah Indonesia karena tingginya curah hujan
4.Daerah perairan barat berpotensi hujan
No 49
Hujan merupakan peristiwa dimana turunnya titik-titik air
atau kristal hujan es dari
awan sampai ke permukaan tanah (baca: sifat fisik tanah)
. Curah hujan (dalam satuan mm) merupakan ketinggian air hujan yang
terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak meresap, dan tidak
mengalir.
Berdasarkan mekanismenya, alat pengukur curah hujan
dibagi menjadi dua golongan yaitu penakar hujan tipe manual dan penakar hujan
tipe otomatis (perekam).
Penakar Hujan
Tipe Manual
Alat penakar
hujan manual pada dasarnya hanya berupa container atau ember
yang telah diketahui diameternya. Pengukuran hujan dengan menggunakan alat ukur
manual dilakukan dengan cara air hujan yang tertampung dalam tempat penampungan
air hujan tersebut diukur volumenya setiap interval waktu tertentu atau setiap
satu kejadian hujan.
Penakar Hujan
Ombrometer Observatorium
Penakar hujan tipe observatorium adalah penakar hujan
manual yang menggunakan gelas ukur untuk mengukur air hujan. Penakar hujan
(baca: hujan buatan) ini merupakan
penakar hujan yang banyak digunakan di Indonesia dan merupakan standar di
Indonesia. Penakar ombrometer observatorium memiliki kelebihan, yaitu mudah
dipasang, mudah dioprasikan, dan pemeliharaanya juga relatif mudah.
Kekurangannya adalah data yang didapat hanya untuk jumlah
curah hujan selama periode 24 jam, beresiko kekurasakan gelas ukur, dan resiko
kesalahan pembacaan dapat terjadi saat membaca permukaan dari tinggi air di
gelas ukur sehingga hasilnya dapat berbeda.
Penakar Hujan
Tipe Hellman
Padaumumnya
penakar hujan tipe Hellman yang dipakai oelh BMKG yaitu Rain Fues yang
diimpor dari Jerman, walaupun ada penakar tipe ini yang buatan dalam negeri.
Penakar Hujan
Tipe Bendix
Penakar hujan
otomatis yang lainnya yaitu tipe bendix yang sekilas terlihat seperti tiang
bendera namun ini merupakan salah satu penakar hujan otomatis yang cara
kerjanya cukup simple.
Penakar Hujan
Tipe Tilting Siphon
Ada pula penakar
hujan otomatis tipe tilting siphon. Alar ini mengukur curah hujan dari
intensitas hujan secara kontinyu.
Penakar Hujan
Tipping Bucket
Pengukuran yang
dilakukan dengan tipping bucket cocok untuk akumulasi hujan
yang berjumlah di atas 200 mm/jam atau lebih. Prinsip kerjanya sederhana,
yaitu:
Penakar Hujan
Tipe Floating Bucket
Penakar hujan
otomatis lainnya adalah penakar hujan tipe floating bucket. Penakar hujan tipe
ini digunakan untuk memfasilitasi perekaman hujan jarak jauh.
Penakar Hujan
Tipe Weighing Bucket
Jenis alat
penakar hujan ini terdiri dari corong penangkap air hujan yang ditempatkan dia
atas ember penampung air yang terletak di atas timbangan yang dilengkapi dengan
alat pencatat otomatis.
Penakar Hujan
Tipe Optical
Penakar hujan
tipe optical memiliki sensor untuk menangkap curah hujan sehigga disebut juga
sebagai optical sensor. Penakar hujan ini bekerja dengan sensor lokal karena
baru terekam ketika hujan mengenai sensor yang terpasang.
0 comments: