Soal dan Pembahasan OSN Geografi Tahun 2016 No 31 - 40


31. Salah satu tipe pertanian yang merupakan paru-paru dunia adalah:
a. hutan hujan lahan basah
b. hutan hujan lahan kering
c. hutan hujan tropis
d. hutan rawa
e. hutan bakau


32. Persoalan lingkungan yang terjadi pada bentang alam karst adalah:
a. tambang mineral bijih
b. galian batu kapur untuk industri semen
c. galian pasir dan batu
d. masalah tailing (buangan tambang)
e. Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

33. Pengertian lempeng pada interior Bumi adalah:
a. bagian atas dari selubung bumi
b. astenosfer
c. litosfer
d. selubung bumi
e. batuan di permukaan kerak bumi

34. Contoh lempeng yang bersifat divergen adalah:
a. jalur subduksi yang menghasilkan palung
b. pegunungan tinggi karena tabrakan
c. jalur busur kepulauan
d. pematang tengah samudera
e. palung

35. Peristiwa utama yang mengikuti subduksi lempeng samudera ke lempeng benua adalah:
a. terjadinya gempa bumi, tsunami, dan gunung api
b. terjadinya gempa bumi saja
c. terjadinya tsunami saja
d. terbentuknya gunung api
e. terjadinya badai laut

36. Pegunungan Andes adalah hasil dari interaksi antara lempeng:
a. lempeng samudera subduksi di bawah lempeng samudera
b. lempeng benua tabrakan dengan lempeng benua
c. lempeng samudera subduksi di bawah lempeng benua
d. lempeng samudera saling memisah
e. lempeng saling berpapasan

37. Contoh morfologi akibat sesar adalah:
a. menara karst  
b. tombolo
c. gawir atau escarpment
d. lembah antiklin  
e. kaldera

38. Amerika utara, khususnya Kanada sebagian besar penduduknya terkonsentrasi di bagian selatan yang berbatasan dengan Amerika Serikat, sebab:
a. suhu udaranya tidak ekstrim
b. konsentrasi pertambangan dan mineral
c. lahan marjinal
d. perbukitan landai
e. vegetasi yang lebat

39. Pak Jamain yang bertempat tinggal di Lembang, tiap pagi hari pergi ke Bandung untuk bekerja dan sore hari kembali ke rumahnya di Lembang. Proses mobilitas yang dilakukan Pak Jamain dapat diklasifikasikan ke dalam tipe:
a. transmigrasi spontan
b. transmigrasi sukarela
c. urbanisasi
d. sirkulasi
e. komutasi

40. Daerah A pada tahun 2010 memiliki tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1,5% per tahun. Berdasarkan data tersebut, Daerah A diperkirakan jumlah penduduknya akan menjadi dua kalinya pada tahun:
a.
2047
b.
2057
c.
2067
d.
2070
e.
2077

PEMBAHASAN
No 33

Litosfer berasal dari kata lithos artinya batuan, dan sphere artinya lapisan. Secara harfiah litosfer adalah lapisan Bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit Bumi. Pada lapisan ini pada umumnya terjadi dari senyawa kimia yang kaya akan Si02, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan silikat dan memiliki ketebalan rata-rata 30 km yang terdiri atas dua bagian, yaitu Litosfer atas (merupakan daratan dengan kira-kira 35% atau 1/3 bagian) dan Litosfer bawah (merupakan lautan dengan kira-kira 65% atau 2/3 bagian).

Litosfer Bumi meliputi kerak dan bagian teratas dari mantel Bumi yang mengakibatkan kerasnya lapisan terluar dari planet Bumi. Litosfer ditopang oleh astenosfer, yang merupakan bagian yang lebih lemah, lebih panas, dan lebih dalam dari mantel.

Batas antara litosfer dan astenosfer dibedakan dalam hal responnya terhadap tegangan: litosfer tetap padat dalam jangka waktu geologis yang relatif lama dan berubah secara elastis karena retakan-retakan, sedangkan astenosfer berubah seperti cairan kental.
Litosfer terpecah menjadi beberapa lempeng tektonik yang mengakibatkan terjadinya gerak benua akibat konveksi yang terjadi dalam astenosfer.

Litosfer samudra memiliki ketebalan 50-100 km, sementara litosfer benua memiliki kedalaman 40-200 km. Kerak benua dibedakan dengan lapisan mantel atas karena keberadaan lapisan Mohorovicic

No 34

Alfred Wegener (1912) adalah seorang yang membuat suatu hipotesis pergeseran benua (continental drift) dan merupakan awal mula dari teori tektonik lempeng. Hipotesis ini kemudian dikembangkan lagi dalam bukunya yang berjudul "The Origin of Continents and Oceans" di tahun 1915. Isinya berkata bahwa benua-benua yang sekarang ada, dulu merupakan suatu bentang alam yang bergerak saling menjauh satu hingga yang lain, sehingga memecahkan benua-benua tersebut yang dari inti bumi seperti 'bongkahan es' dari granit yang bermassa jenis rendah dan mengambang di atas lautan basal yang padat.

Batas-batas Lempeng


Pergerakan antara satu lempeng dengan lempeng lainnya yang berdampingan membentuk suatu interaksi sehingga dibedakan menjadi tiga macam berdasarkan jenis pergerakannya, yaitu:

1. Divergen: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling menjauh satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya tarikan (tensional). Divergen ini menyebabkan naiknya magma dari pusat bumi yang akan membentuk lantai samudera atau kerak samudera. Contohnya adalah MOR (Mid Ocean Ridges) di dasar samudera Atlantik.

2. Konvergen: Pergerakan lempeng dimana lempeng-lempeng bergerak saling mendekati satu dengan yang lain dimana gaya yang bekerja pada gerak ini adalah gaya kompresional. Ada tiga jenis pergerakan konvergen yaitu:
         Subduksi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng samudera, dimana lempeng samudera akan menunjam ke bawah lempeng benua karena berat jenis lempeng benua lebih ringan dibandingkan dari lempeng samudera. Contohnya adalah palung yang memanjang dari sebelah barat Sumatra, selatan Jawa, hingga ke sealatan Nusa Tenggara Timur.
         Obduksi: Pergerakan konvergen diantara kerak benua dengan kerak samudera, dimana kerak benua menunjam di bawah kerak samudera. Penunjaman ini terjadi karena perubahan dari batas lempeng divergen menjadi konvergen yang kemudian penunjaman tersebut membawa kerak benua berbenturan dengan kerak samudera.
         Kolisi: Pergerakan konvergen diantara lempeng benua dengan lempeng benua.Kedua lempeng tersebut memiliki massa jenis yang sama sehingga membentuk pegunungan lipatan yang sangat tinggi. Contohnya: Pegunungan Himalaya

No 35

zona subduksi indonesia

Dalam geologi , subduksi adalah proses yang terjadi pada batas konvergen di mana satu lempeng tektonik bergerak di bawah lempeng tektonik lain, tenggelam ke mantel Bumi , sebagai berkumpul piring. Sebuah zona subduksi adalah area di bumi di mana dua lempeng tektonik bergerak ke arah satu sama lain dan subduksi terjadi. Zona subduksi terjadi ketika lempeng samudra bertabrakan dengan lempeng benua, dan menelusup ke bawah lempeng benua tersebut ke dalam astenosfer.

Lempeng litosfer samudra mengalami subduksi karena memiliki densitas yang lebih tinggi. Lempeng ini kemudian mencair dan menjadi magma. Tingkat subduksi biasanya diukur dalam sentimeter per tahun, dengan rata-rata konvergensi yang kira-kira 2 sampai 8 cm per tahun (sekitar tingkat kuku tumbuh) . 

Zona subduksi melibatkan lempeng samudera geser di bawah baik pelat kontinental atau lain lempeng samudera (yaitu, lempeng subduksi selalu samudera sedangkan Lempeng subduksi mungkin atau mungkin tidak kelautan). zona subduksi sering dicatat untuk suku mereka yang tinggi vulkanisme , gempa bumi , dan bangunan gunung . Hal ini karena proses subduksi mengakibatkan meleleh dari mantel yang menghasilkan busur vulkanik sebagai batuan yang relatif ringan secara paksa terendam. 

Di daerah subduksi, makin lama jumlah luluhan lempeng samudra makin bertambah banyak sehingga terkumpullah massa cair dalam jumlah yang besar dan juga tertumpuk energi yang makin lama makin besar dan kuat. Tumpukan energi yang besar itu akhirnya akan mampu melepaskan diri dengan menjebol lapisan kulit bumi diatasnya. Akibat desakan arus konveksi ke atas mengakibatkan kulit bumi retak dan membelah (divergensi). Kemudian, masing-masing belahan bergeser ke kiri dan ke kanan secara horizontal tersebut bertumbukan dengan pecahan kerak bumi lainnya.

Diatas zona subduksi, gunung berapi yang ada di rantai panjang disebut busur vulkanik . Gunung api yang ada di sepanjang busur cenderung menghasilkan letusan berbahaya karena mereka kaya dalam air (dari pelat dan sedimen) dan cenderung menjadi sangat eksplosif. Krakatau, Nevado del Ruiz, dan Gunung Vesuvius merupakan contoh gunung berapi busur. Busur juga diketahui terkait dengan logam mulia seperti emas, perak dan tembaga - lagi diyakini dibawa oleh air dan terkonsentrasi di sekitar gunung berapi tuan rumah mereka di batu disebut "bijih".

Zona subduksi adalah penting karena beberapa alasan: 

1. Zona subduksi Fisika: Penenggelaman litosfer mantel adalah kekuatan terkuat (tetapi bukan satu-satunya) yang diperlukan untuk mendorong gerakan piring dan modus dominan konveksi mantel . 

2. Zona subduksi Kimia: The subduksi pelat dingin tenggelam di zona subduksi rilis air ke dalam mantel atasnya, menyebabkan mantel leleh dan fraksionasi unsur antara permukaan dan waduk mantel dalam, menghasilkan busur pulau dan kerak benua . 

3. Subduksi zona subduksi campuran sedimen, kerak samudera, dan mantel litosfer dengan mantel dari pelat utama untuk menghasilkan cairan, calc-alkaline series mencair, deposito bijih, dan kerak benua.

Di Indonesia terlihat di sepanjang pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda. Lempeng samudra dan benua yang dimaksud adalah Lempeng Australia yg menunjam ke bawah Lempeng Eurasia (Eropa dan Asia, di mana Indonesia bagian barat termasuk di dalam-nya). Pada gambar diatas, subduction zone ditandai dengan simbol segitiga. Segitiga yang "menghadap" ke arah Indonesia maksudnya adalah menggambarkan Lempeng Australia yang masuk menunjam ke bawah Lempeng Eurasia. Bisa di-liat bahwa pesisir barat Sumatra, selatan Jawa sampe ke Laut Banda adalah jalur subduction. Artinya sepanjang daerah itu adalah daerah rawan gempa. 

No 36

 

Pengertian Orogenesa


Istilah orogenesa sendiri berasal dari bahasa latin yaitu "Oros" artinya pegunungan, dan "Gennao" artinya menghasilkan. Jadi secara umum orogenesa berarti pembentukan pegunungan. Jika kita memperhatikan penyebaran dari rangkaian pegunungan yang ada di permukaan bumi, maka akan terlihat sebuah rangkaian pegunungan yang mengitari laut Pasifik yang dikenal dengan sebutan "sirkum Pasifik", yang terdistribusi disepanjang Mediterania.

Setiap pembahasan mengenai orogenesa, harus dijelaskan tentang konsep tegasan pada kerak bumi (proses fisiknya), serta perubahan-perubahan morfologi yang ditimbulkannya.

Sifat-sifat Jalur Orogen

Gejala orogenesa selalu ditandai oleh proses perlipatan atau pengangkatan yang menghasilkan ketidakselarasan bersudut. Jalur orogen biasanya ditandai oleh poros lipatan yang berbeda-beda dan suatu bidang ketidakselarasan. Sifat sifat umum dari suatu jalur

orogen adalah sebagai berikut :
1.Dicirikan oleh proses deformasi yang berlangsung berkali kali
2.Terdiri atas lapisan sedimen tebal yang terlipat dengan arah sumbu lipatan berbeda-beda 
3.Merupakan pengaruh dari berbagai proses yang berbeda-beda, termasuk intrusi dan gejala lengseran gaya berat, yang bekerja pada suatu bahan yang berbeda sifat serta kedalamannya.

No 37

Batas Transform

Terjadi bila dua lempeng tektonik bergerak saling berpapasan (slide each other), yaitu bergerak sejajar namun berlawanan arah. Keduanya tidak saling memberai maupun saling menumpu. Batas transform ini juga dikenal sebagai sesar ubahan-bentuk (transform fault). Batas transform umumnya berada di dasar laut, namun ada juga yang berada di daratan, salah satunya adalah Sesar San Andreas (San Andreas Fault) di California, USA. Sesar ini merupakan pertemuan antara Lempeng Amerika Utara yang bergerak ke arah tenggara, dengan Lempeng Pasifik yang bergerak ke arah barat laut.

Sesar yang berkembang pada batas transform ini adalah sesar mendatar. Sesar mendatar merupakan pergerakanstrike-slip yang terjadi akibat adanya pelepasan tegasan secara lateral pada arah sumbu tegasan normal terkecil dan terdapat pemendekan pada arah sumbu tegasan normal terbesar. Berarti gaya utama (main stress) dan gaya terlemah berkerja pada arah horizontal. Sesar mendatar ini terdapat di kerak benua dimana selama pergerakannya menghasilkanslip dan separation dengan arah yang sama.

no 39

Macam-Macam Migrasi Penduduk

1.Imigrasi : Perpindahan penduduk dari Luar Negeri ke Dalam Negeri.
2.Emigrasi : Perpindahan penduduk dari Dalam Negeri ke Luar Negeri.
3.Remigrasi : Kembalinya penduduk ke Negara Asal.
4.Urbanisasi : Perpindahan penduduk dari Desa ke Kota.
5.Ruralisasi : Perpindahan penduduk dari Kota ke Desa.
6.Transmigrasi : Perpindahan dari yang Padat Penduduk ke yang Jarang Penduduk.
7.Evakuasi : Perpindahan penduduk ketika ada Bencana.
8.Komuter : Perpindahan penduduk Sementara (Bolak-balik).
9.Sekuler : Perpindahan penduduk Secara Musiman.


0 comments: