Jelaskan secara singkat sejarah kerajaan Cirebon, kerajaan Banten, dan kerajaan Makasar



Kerajaan Cirebon

Pendiri dari Kerajaan Cirebon adalah bernama Faletehan atau Fatahilah. Beliau adalah merupakan seorang penyebar agama Islam, politikus, ahli perang, sekaligus negarawan yang sebelumnya mengabdi di Kerajaan Demak. 

Masa pemerintahan dari Fatahilah tidak berlangsung lama, hal ini disebabkan oleh karena beliau lebih menekuni di bidang agama. Kemudian tahta diserahkan kepada cucunya yang bernama Panembahan Ratu.
Fatahilah wafat di tahun 1570 yang dimakamkan di Desa Gunung Jati, Cirebon. Oleh karena itu, Faletehan lebih terkenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Kerajaan Banten

Letak dari Kerajaan Banten adalah di ujung barat Pulau Jawa yaitu di bagian selatan wilayah Banten sekarang. 

Pada awalnya Banten merupakan daerah kekuasaan dari Kerajaan Pajajaran, tetapi pada akhirnya berhasil direbut oleh Fatahilah atas perintah dari Sultan Trenggana dari Demak. Banten telah melepaskan diri dari Demak dan telah menjadi negara yang merdeka. 

Raja yang pertamanya adalah Sultan Hasanuddin (1551-1570), beliau merupakan putra tertua dari Fatahilah. Raja-raja Banten sesudah Sultan Hasanuddin adalah Sultan Yusuf (1570-1580), diteruskan Maulana Muhammad (1580-1596), dan Abdulmufakir (1596-1640). Banten mencapai puncak kejayaan pada waktu dipimpin oleh Sultan Ageng Tirtayasa.

Kerajaan Makassar

Pada awal abad ke-16, di wilayah Sulawesi Selatan terdapat banyak kerajaan yaitu jumlahnya sekitar 50 yang masih menganut berhala. Beberapa kerajaan tersebut yang terkenal misalnya Kerajaan Gowa, Wajo, Soppeng, Tallo, Bone dan Kerajaan Luwu. 

Para pedagang muslim dari Minangkabau, Johor, dan Melayu merupakan perintis penyebaran agama Islam. Dengan adanya keterbukaan dari Raja Gowa dan Tallo membuat proses penyebaran Islam di Makassar menjadi lebih cepat. 

Di tahun 1605 Raja Gowa dan Raja Tallo telah masuk Islam, yang kemudian diikuti oleh kerajaan-kerajaan lain, yaitu Wajo pada 1610, dan Bone pada tahun 1611. Kerajaan Gowa dan juga Kerajaan Tallo lazim disebut sebagai Kerajaan Makassar. 

Untuk Raja Makassar yang pertama adalah Sultan Alaudin (1591-1639), yang memiliki pengaruh hingga Manado, Gorontalo, Sumbawa, Bima, dan Tomini, kemudian Muhammad Said (1639-1653), dan dilanjutkan Sultan Hasanuddin (1654-1660).

0 comments: