Deskripsikan secara singkat perkembangan kerajaan Sriwijaya
Sriwijaya adalah kerajaan Melayu kuno di Pulau Sumatra yang banyak
berpengaruh di kepulauan Melayu.
Bukti awal mengenai keberadaan kerajaan ini
berasal dari abad ke-7.
Seorang pendeta Tiongkok, I-Tsing, menulis bahwa ia mengunjungi
Sriwijaya tahun 671 selama enam bulan.
Prasasti pertama yaitu Prasasti Kedukan
Bukit di Palembang, Sumatra, pada tahun 683.
Kerajaan ini mulai jatuh pada tahun 1200 dan 1300 karena berbagai
faktor, termasuk ekspansi kerajaan Majapahit. Dalam bahasa Sansekerta, Sri
berarti “bercahaya” dan Wijaya berarti “kemenangan”.
Sekitar tahun 1992 hingga 1993, Pierre-Yves Manguin membuktikan bahwa
pusat Sriwijaya berada di Sungai Musi antara Bukit Seguntang dan Sabokingking
(terletak di provinsi Sumatera Selatan).
Beberapa sumber sejarah yang berkaitan dengan Sriwijaya:
Sumber berita Tiongkok : Kronik dari Dinasti Tang, Kronik Dinasti Sung, Kronik
Dinasti Ming, dll.
Sumber dari Prasasti : Prasasti Kedukan Bukit tanggal 16 Juni 682 Masehi
di Palembang, Prasasti Talang Tuo tanggal 23 Maret 684 Masehi di Palembang, Prasasti
Telaga Batu abad ke-7 Masehi di Palembang, Prasasti Karang Brahi abad ke-7
Masehi di Jambi, Prasasti Kota Kapur tanggal 28 Februari 686 Masehi di P.
Bangka, Prasasti Ligor di Thailand, Prasasti Nalanda di India
Kerajaan Sriwijaya adalah pusat perdagangan dan merupakan negara
maritim. Kerajaan ini terdiri atas tiga zona utama-daerah ibukota muara yang
berpusatkan Palembang, lembah Sungai Musi yang berfungsi sebagai daerah
pendukung dan daerah-daerah muara saingan yang mampu menjadi pusat kekuasan
saingan.
0 comments: