Bagamanakah perkembangan islam di Pulau Jawa



Batu Nisan Fatimah binti Maimun yang ada di Leran Gresik yang mempunyai angka tahun 475 H (1082 M), mungkin merupakan bukti nyata dari kedatangan Islam di wilayah Jawa Timur.

Proses Islamisasi yang ada di Jawa Timur telah terjadi sejak kejayaan Majapahit. Hal ini bisa dijelaskan dari adanya penemuan puluhan nisan kubur yang berada di Troloyo, Trowulan, dan juga Gresik, serta berita Ma-huan di tahun 1416 yang menjelaskan bahwa orang-orang muslim yang bertempat tinggal di wilayah Gresik. 

Hal tersebut membuktikan bahwa di pusat Kerajaan Majapahit ataupun di pesisir, terutama di kota-kota pelabuhan, sudah terjadi adanya proses Islamisasi dan terbentuknya masyarakat muslim.

Pada saat Majapahit dipimpin oleh Hayam Wuruk dan Gajah Mada, kondisi politik cenderung tenang dan semua raja bawahan patuh dan taat serta mengakui terhadap kedaulatan dari kerajaan Majapahit. 

Tetapi saat kedua tokoh itu wafat, situasi politik mulai berubah total. Hal ini karena majapahit semakin menjadi lemah, dan raja-raja bawahan mulai melepaskan diri dari kekuasaan majapahit. Hal ini adalah merupakan peluang untuk penyebaran agama Islam.

Walaupun Kerajaan Hindu yang besar di Kediri sudah mengalami keruntuhan di tahun 1526, tetapi kerajaan-kerajaan kecil di Pasuruan dan Panarukan yang berpusat di daerah Blambangan belum Islam. 

Pasuruan baru tunduk kepada Islam di tahun 1546, pada saat diserang oleh Demak yang dipimpinan oleh Trenggana. Pajajaran baru jatuh ke tangan islam di tahun 1579 karena serangan dari Kerajaan Banten.

0 comments: